periskop.id - Suasana haru menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pascatragedi kecelakaan kereta api antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4), yang merenggut 16 nyawa. Berdasarkan pantauan Periskop.id pada Kamis (7/5) sekitar pukul 13.30 WIB, sudut-sudut stasiun kini dipenuhi bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban.

Berbagai jenis bunga, mulai dari buket tangan, bunga tangkai, hingga karangan bunga papan, tampak memenuhi area stasiun. Di lantai 2, deretan buket bunga tertata rapi di atas meja, bersanding dengan papan ucapan belasungkawa yang menampilkan foto-foto ke-16 korban.

Keharuan semakin terasa dengan adanya lembaran surat-surat yang diikatkan pada tali panjang. Surat-surat tersebut dibentangkan di kaca stasiun, tepat di belakang tumpukan bunga.

“Turut berduka cita,” tulis salah satu pesan singkat. Pesan lain bernada serupa juga tampak menghiasi kaca, “Istirahat yang tenang di surga.”

Di area tap-in menuju peron, sebuah meja khusus dipasang untuk memajang foto para korban. Di atas meja tersebut, terselip secarik surat yang diakhiri dengan doa Al-Fatihah. Masih di meja yang sama, setangkai bunga matahari diletakkan di atas sebuah kotak dengan pesan menyentuh dari komunitas pengguna kereta: “Selamat jalan teman perjalanan... kalian telah sampai di ujung perjalanannya,” tertulis pesan dari Anker (Anak Kereta).

Sejumlah penumpang yang melintas tampak berhenti sejenak untuk memanjatkan doa. Beberapa di antaranya mengabadikan suasana haru tersebut menggunakan ponsel dengan raut wajah penuh duka.

Pemandangan serupa berlanjut hingga ke lantai 1. Di dekat area parkir, karangan bunga papan berjejer. Salah satunya datang dari komunitas Single Mom yang Harus Bekerja yang menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak atas penanganan tragedi: “Terima kasih Dirut KAI Bapak Bobby Rasyidin, Tim SAR Gabungan, Basarnas, Baznas, TNI & Polri, Nakes & Ambulans, PT KAK, Kepala Stasiun Bekasi Timur & Tim,” tertulis dalam karangan bunga tersebut.

Di dekat tangga menuju lantai 2, tumpukan buket bunga kembali terlihat. Salah satu yang paling mencolok adalah rangkaian bunga berbentuk hati dengan angka 16 di tengahnya, menjadi simbol pengingat bagi belasan nyawa yang hilang.

Bunga-bunga di area Stasiun Bekasi Timur disiram setiap hari oleh petugas. “Iya, setiap hari (disiram),” kata seorang petugas laki-laki yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, bunga-bunga tersebut tidak pernah berkurang, melainkan selalu bertambah.

Senin malam (27/4) menjadi momen kelam bagi dunia perkeretaapian Indonesia. Sekitar pukul 20.53 WIB, tabrakan keras terjadi di Stasiun Bekasi Timur antara CommuterLine jurusan Jakarta–Cikarang dengan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan tersebut menimpa gerbong khusus perempuan.

Munir, salah satu penumpang yang selamat, menceritakan detik-detik kejadian. Ia berada di gerbong keempat dari belakang saat CommuterLine berhenti di jalur 1. Beberapa menit kemudian, Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan menghantam keras gerbong paling belakang CommuterLine.