Periskop.id -Pemerintah Kota Jakarta Timur menyoroti maraknya aksi pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU) dan komponen panel listrik di sejumlah titik rawan, terutama di sepanjang kawasan Banjir Kanal Timur (BKT). Fenomena ini dinilai tidak hanya merugikan pemerintah dari sisi anggaran, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat karena menyebabkan ruas jalan menjadi gelap dan rawan kriminalitas.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Timur Benhard Hutajulu mengatakan, aksi pencurian paling sering terjadi di kawasan yang minim aktivitas warga dan jauh dari permukiman padat. "Aksi pencurian diduga kerap terjadi di kawasan minim permukiman warga, seperti di sepanjang Banjir Kanal Timur," kata Benhard Hutajulu di Jakarta, Senin (18/5).
Menurut Benhard, pihaknya kerap menemukan banyak lampu jalan padam akibat hilangnya kabel, panel listrik, hingga komponen PJU lainnya. Kondisi tersebut membuat sejumlah ruas jalan menjadi minim penerangan pada malam hari.
Sebagai respons atas maraknya pencurian aset pemerintah itu, Sudin Bina Marga Jakarta Timur kini meningkatkan pengawasan terhadap sarana penerangan jalan, khususnya pada malam hari."Seluruh personel Pasukan Kuning diminta meningkatkan pengawasan, khususnya pada malam hari sambil melakukan pemantauan terhadap lampu PJU yang padam," ucap Benhard.
Ia mengungkapkan pihaknya juga telah mengumpulkan para petugas Pasukan Kuning di Gudang Sudin Bina Marga Jalan Raya Stasiun Cakung, Pulo Gebang, untuk memberikan pengarahan terkait pengawasan aset penerangan jalan.
"Sudah kita kumpulkan di Gudang Sudin Bina Marga, Jalan Raya Stasiun Cakung Nomor 74, RT 07/08, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, pada akhir pekan lalu. Mereka diberikan motivasi sekaligus edukasi agar lebih optimal dalam melakukan pengawasan di lapangan," jelas Benhard.
Menurut dia, maraknya pencurian komponen PJU menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. Lampu jalan yang mati membuat ruas jalan menjadi gelap dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, aksi begal, pencurian, hingga tindak kriminal lainnya.
Untuk memperkuat pengamanan, Sudin Bina Marga Jakarta Timur berencana menggandeng unsur kelurahan, kecamatan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam pengawasan titik-titik rawan pencurian.
Pengawasan Lapangan
Benhard mengatakan, pihaknya akan mengirim surat resmi kepada Wali Kota Jakarta Timur dan Satpol PP untuk meminta dukungan pengawasan tambahan. "Adanya bantuan dari unsur kelurahan, kecamatan, dan Satpol PP, diharapkan pengawasan di lapangan semakin kuat sehingga petugas lebih semangat dan merasa mendapat dukungan dari unit terkait," ujar Benhard.
Langkah kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak pelaku pencurian sekaligus menjaga aset penerangan jalan tetap berfungsi optimal.
Sebelumnya, kasus pencurian komponen PJU juga sempat terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung. Saat itu, sebanyak 50 lampu PJU berkekuatan 90 watt dan 120 watt padam akibat pencurian panel listrik.
Kepala Seksi Prasarana Sarana Utilitas Kota dan Penerangan Jalan Umum Sudin Bina Marga Jakarta Timur Yanuar Ikhsan sendiri memastikan, seluruh lampu yang sempat padam kini telah kembali berfungsi setelah dilakukan perbaikan cepat.
"Kami bergerak cepat melakukan perbaikan lampu PJU di Jalan Pemuda, Rawamangun, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, sejak Jumat (15/5). Perbaikan dilakukan setelah puluhan lampu jalan di kawasan tersebut padam akibat aksi pencurian pada panel listrik," kata Yanuar Ikhsan.
Fenomena pencurian kabel dan komponen penerangan jalan sebenarnya bukan masalah baru di Jakarta. Sejumlah wilayah lain seperti Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga pernah mengalami kasus serupa, terutama di kawasan minim pengawasan dan jalur sepi pada malam hari.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriatna sebelumnya menilai, pencurian fasilitas publik seperti kabel PJU umumnya dipicu lemahnya pengawasan kawasan dan tingginya nilai jual logam di pasar ilegal. Menurut dia, pengawasan berbasis CCTV dan patroli rutin menjadi langkah penting untuk menekan kasus serupa.
Pemprov DKI Jakarta sendiri terus mendorong penguatan sistem smart city melalui integrasi CCTV dan pemantauan fasilitas public, untuk mendukung keamanan kota serta menjaga infrastruktur tetap berfungsi optimal.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar