Periskop.id - Teknologi kecerdasan buatan generatif, khususnya ChatGPT, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas masyarakat dunia. 

Berdasarkan laporan terbaru bertajuk “Global Public Opinion on Artificial Intelligence (GPO-AI)”, terdapat pergeseran menarik di mana negara-negara berkembang kini memimpin dalam hal frekuensi penggunaan AI dibandingkan dengan negara-negara maju.

Publikasi yang diterbitkan oleh Schwartz Reisman Institute for Technology and Society ini menunjukkan bahwa India menempati posisi puncak sebagai pengguna paling aktif. 

Sebanyak 36% pengguna di India mengakses ChatGPT setiap hari, disusul oleh Pakistan sebesar 28%, dan Kenya sebesar 27%. Tingginya angka ini mencerminkan adopsi teknologi yang masif di wilayah Asia Selatan dan Afrika.

Indonesia menunjukkan taringnya dalam adopsi teknologi masa depan ini. Berdasarkan data tersebut, Indonesia menempati posisi keenam secara global dalam hal frekuensi penggunaan harian. 

Tercatat sebanyak 20% pengguna di Indonesia mengakses ChatGPT setiap hari, sementara 39% lainnya menggunakannya secara mingguan.

Angka penggunaan harian di Indonesia bahkan melampaui Amerika Serikat (18%) dan rata-rata global (17%). Hal ini menandakan bahwa masyarakat Indonesia semakin mengandalkan AI untuk menunjang aktivitas keseharian mereka, baik untuk urusan profesional maupun edukasi.

Negara Maju Cenderung Lebih Konservatif?

Data dalam publikasi ini memperlihatkan tren unik di mana negara-negara Eropa dan Jepang justru berada di barisan bawah dalam hal penggunaan harian. Jepang, misalnya, hanya mencatatkan 6% pengguna harian, sementara mayoritas penggunanya (42%) masuk dalam kategori jarang menggunakan.

Ini mengindikasikan adanya perbedaan penetrasi pasar dan regulasi di tiap negara yang memengaruhi kecepatan adopsi teknologi AI ini. 

Di sisi lain, tingginya penggunaan di negara seperti China (24 persen harian dan 49 persen mingguan) mempertegas ambisi wilayah tersebut untuk menjadi pemimpin teknologi AI di tingkat global.

Fenomena ini membuktikan bahwa ChatGPT bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan alat bantu esensial yang penyebarannya kini sudah sangat merata, dengan dominasi yang mulai bergeser ke arah ekonomi berkembang.

Rincian Frekuensi Penggunaan Berdasarkan Negara

Berikut adalah data lengkap frekuensi penggunaan ChatGPT di berbagai wilayah dunia yang dirangkum dalam laporan GPO-AI:

Negara/WilayahHarianMingguanBulananJarang
India36%39%10%15%
Pakistan28%34%16%22%
Kenya27%42%13%18%
China24%49%15%12%
Brasil21%38%14%27%
Indonesia20%39%11%30%
Amerika Serikat18%27%21%34%
Global17%36%16%30%
Afrika Selatan13%35%21%30%
Meksiko13%42%19%25%
Kanada13%30%20%36%
Prancis12%27%19%43%
Spanyol11%35%16%38%
Inggris10%28%20%42%
Polandia10%31%14%44%
Portugal10%27%18%44%
Chile9%39%18%34%
Argentina9%33%20%37%
Jerman9%32%20%39%
Italia9%35%17%39%
Australia8%38%17%36%
Jepang6%32%20%42%