Periskop.id – Menikmati makan lengkap sambil berkeliling Jakarta segera menjadi pilihan wisata baru di ibu kota. Pemprov DKI mulai menguji layanan Open Dining of Jakarta, konsep bersantap di atas bus yang memadukan sajian kuliner, pertunjukan musik, cerita sejarah, dan panorama kota.

Layanan tersebut akan dibuka untuk masyarakat pada 1 Agustus 2026. Tiket mulai dapat dipesan pada 25 Juli melalui aplikasi TJ: Transjakarta yang terhubung dengan platform Klook.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan layanan tersebut dirancang agar perjalanan wisata tidak sebatas melihat gedung dan jalan, tetapi juga mengenalkan identitas Jakarta kepada penumpang.

"Kami berharap masyarakat dapat menikmati Jakarta dari perspektif yang berbeda, bukan hanya melihat kotanya, tetapi juga mengenal sejarah, budaya, dan identitasnya," kata Rano di Jakarta, Kamis (23/7).

Uji coba Open Dining berlangsung bersamaan dengan peluncuran rute baru bus tingkat atap terbuka, Open Top Tour Jakarta Batavia, yang menghubungkan kawasan Sarinah dengan Kota Tua. Pemprov DKI berharap kedua layanan tersebut dapat menghidupkan kawasan bersejarah sekaligus membuka peluang bagi industri kuliner dan ekonomi kreatif.

Tarif Termasuk Makan Lengkap dan Musik Biola

Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan Open Dining of Jakarta akan beroperasi dua hingga tiga kali sehari. Setiap perjalanan hanya dapat membawa maksimal 30 penumpang, sehingga kapasitas layanan diperkirakan berkisar 60–90 orang per hari.

Tarifnya ditetapkan sebesar Rp500 ribu per orang. Harga tersebut sudah mencakup hidangan pembuka, menu utama, dan pencuci mulut.

"Tarifnya Rp500.000 per orang, sudah termasuk paket makan lengkap mulai dari hidangan pembuka, hidangan utama, hingga pencuci mulut. Selama perjalanan, penumpang juga akan menikmati pertunjukan musik biola secara langsung serta narasi mengenai sejarah kawasan dan cerita di balik menu yang disajikan," kata Welfizon.

Layanan dapat dipesan secara perorangan maupun digunakan untuk kegiatan kelompok dan acara khusus. Namun, Transjakarta belum mengumumkan secara rinci rute perjalanan, pilihan menu, durasi, jam keberangkatan, serta ketentuan pembatalan tiket.

Kapasitas terbatas diperlukan agar penyajian makanan dan pergerakan pramusaji tetap aman selama bus berjalan. Aspek keamanan pangan, kestabilan perlengkapan makan, dan prosedur keadaan darurat juga akan menjadi bagian penting dalam evaluasi selama masa uji coba.

Berawal dari Bus Wisata Atap Terbuka

Open Dining dikembangkan dari layanan Open Top Tour of Jakarta yang pertama kali diperkenalkan Transjakarta pada Desember 2024. Rute awal bernama Jakarta Skylines menawarkan perjalanan sore dan malam untuk menikmati kawasan pencakar langit Jakarta dari lantai atas bus tingkat terbuka.

Pada tahap uji coba awal, bus tersebut membawa maksimal 30 penumpang dan dilengkapi pemandu, audio perjalanan, makanan ringan, serta minuman. Tiket promosi ketika itu dijual Rp50 ribu melalui aplikasi Transjakarta.

Layanan kemudian diperluas dengan rute bertema sejarah dan kawasan kota. Setelah Jakarta Batavia diluncurkan, Transjakarta memiliki empat layanan Open Top Tour, yakni Jakarta Skyline, Jakarta Heritage, Jakarta Explorer, dan Jakarta Batavia. Transjakarta menyebut seluruh perjalanan pada rute yang telah beroperasi selalu terisi penuh.

"Melalui Open Top Tour, masyarakat dan wisatawan dapat menikmati sisi modern, sejarah, budaya, hingga perkembangan Jakarta dalam satu layanan yang mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya," kata Rano.

Rute Jakarta Heritage sebelumnya diluncurkan pada Oktober 2025 dengan melewati sejumlah bangunan bersejarah, seperti Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, dan kawasan Istana Negara.

Disiapkan untuk Menarik Wisatawan

Pemprov DKI menempatkan Open Dining sebagai bagian dari pengembangan wisata perkotaan. Transportasi publik dimanfaatkan bukan hanya untuk memindahkan penumpang, tetapi juga sebagai ruang pengalaman yang menggabungkan kuliner, sejarah, hiburan, dan pemandangan kota.

Pemerintah mencatat perjalanan wisatawan Nusantara ke Jakarta pada Mei 2026 mencapai 8,82 juta perjalanan atau meningkat 6,97%. Pada periode yang sama, kunjungan wisatawan mancanegara disebut naik 8,17% menjadi 1,04 juta kunjungan.

Kehadiran layanan premium tersebut diharapkan memperpanjang waktu kunjungan wisatawan dan meningkatkan belanja pada sektor kuliner, hiburan, serta ekonomi kreatif. Pemprov DKI juga membuka kemungkinan keterlibatan pelaku UMKM dan pengusaha makanan dalam pengembangan menu maupun pengalaman perjalanan.

Meski demikian, tarif Rp500 ribu menempatkan Open Dining sebagai produk wisata premium, bukan pengganti layanan bus wisata reguler. Evaluasi tahap uji coba akan menentukan tingkat permintaan, kelayakan operasional, kualitas pelayanan, serta kemungkinan penambahan jadwal atau pengembangan rute.