Periskop.id - Erling Haaland kembali menunjukkan kelasnya dengan cara yang sudah sering ia lakukan terhadap lini pertahanan lawan: membuat mereka tampak kebingungan. Striker asal Norwegia itu mencetak dua gol untuk membawa timnya mengalahkan Brasil di babak 16 besar. Bahkan sebelum pertandingan benar-benar berakhir, pasar kripto sudah lebih dulu bereaksi.

Gol Haaland yang tercipta pada menit ke-79 dan 90 di MetLife Stadium, New Jersey, memastikan kemenangan 2-1 bagi Norwegia sekaligus menyingkirkan Brasil dari Piala Dunia FIFA 2026. Bagi Norwegia, ini menjadi kemenangan pertama mereka atas Brasil di fase gugur sejak terakhir kali mengejutkan di fase grup pada 1998.

Melansir Crypto Briefing, Senin (6/7), sebuah token meme tidak resmi dengan kode perdagangan $HAALAND di jaringan Solana mengalami lonjakan minat setelah pertandingan tersebut. Token ini tidak memiliki hubungan resmi dengan sang pemain, namun termasuk dalam kategori aset spekulatif yang biasanya berkembang pesat dalam momen seperti ini: ketika perhatian global tertuju, emosi sedang tinggi, dan nama seorang pemain dicari secara masif di internet.

Di platform Sorare, yaitu platform fantasy sports berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kartu NFT pemain nyata, kartu Haaland dilaporkan mengalami peningkatan volume transaksi menjelang pertandingan. Artinya, banyak orang sudah “bertaruh” pada koleksi digital Haaland bahkan sebelum ia turun ke lapangan, dan performanya kemudian membenarkan ekspektasi tersebut.

Perjalanan Tak Terduga Norwegia dan Celah di Pasar Kripto

Keberhasilan Norwegia melaju ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1998 menjadi cerita menarik yang dengan mudah memicu spekulasi di pasar. Dari sudut pandang kripto, hal yang menarik adalah tidak adanya sponsor kripto resmi yang terkait dengan tim nasional Norwegia selama turnamen ini. Kekosongan tersebut justru membuka peluang bagi token tidak resmi buatan komunitas untuk menangkap hype yang ada.

Ketika tidak ada kemitraan resmi yang menyalurkan antusiasme penggemar, komunitas biasanya menciptakan saluran mereka sendiri. Umumnya melalui jaringan seperti Solana atau Base, dan sering kali hanya dalam hitungan jam.

Hal ini berbeda dengan siklus Piala Dunia sebelumnya, di mana bursa kripto besar seperti Crypto.com dan Binance banyak memasang logo mereka di stadion maupun dalam siaran resmi. Pada turnamen 2026 ini, keterlibatan sponsor kripto secara resmi terlihat lebih minim untuk banyak tim, yang justru membuat aktivitas token meme berbasis komunitas semakin menonjol.

Tren Atlet sebagai Aset Digital Terus Berkembang

Token $HAALAND di Solana tidak memiliki utilitas, tidak didukung oleh tim dengan rencana pengembangan, dan tidak memiliki hubungan langsung dengan sosok Erling Haaland yang namanya digunakan. Pada Piala Dunia 2022, token bertema pemain juga sempat mengalami lonjakan perdagangan dalam waktu singkat yang hampir selalu selaras dengan momen di lapangan.

Sementara itu, NFT di platform Sorare menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. NFT tersebut memiliki mekanisme permainan yang nyata, sehingga kartu Haaland masih memiliki nilai selama pengguna tetap berpartisipasi dalam kompetisi fantasy sports di platform tersebut.