Kurs

Rupiah Hari Ini Kamis 12 Maret 2026 Fluktuatif di Kisaran Rp16.880-Rp16.910 per Dolar AS

Rupiah diperkirakan fluktuatif Kamis 12 Maret 2026, berpotensi melemah ke kisaran Rp16.880–Rp16.910 per dolar AS.

Dolar, Rupiah, Money Changer, Penukaran Uang
Petugas menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing Dolarasia Tebet, Jakarta, Rabu (8/10/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, akibat tekanan dari faktor global dan domestik yang masih signifikan. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS.

“Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.880 hingga Rp16.910 per dolar AS,” ujar Ibrahim, Kamis (12/3).

Sebelumnya, rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/3), seiring penguatan indeks dolar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu gangguan pada pasar energi global. Rupiah ditutup melemah 23 poin ke level Rp16.886 per dolar AS pada Rabu, dari penutupan sebelumnya Rp16.862.

Faktor eksternal menjadi sorotan utama. Ketegangan di Timur Tengah berlanjut dengan Iran memblokir Selat Hormuz sebagai tanggapan atas serangan AS dan Israel. Gangguan ini menimbulkan risiko pasokan energi global dan mendorong permintaan terhadap aset safe haven.

Investor juga memantau rilis data CPI AS Februari, yang diperkirakan stabil di 2,4% (CPI utama) dan 2,5% (CPI inti). Meski angka ini belum mencerminkan lonjakan harga energi terbaru, data tersebut penting untuk melihat kesehatan ekonomi dan arah kebijakan moneter AS.

Dari dalam negeri, tekanan datang dari defisit APBN 2025 yang melebar hingga 2,92% dari PDB, sementara penerimaan pajak hanya mencapai 87,6% dari target. Moody’s dan Fitch menurunkan outlook Indonesia ke negatif, sedangkan S&P mempertahankan prospek stabil.

Bank Dunia menyoroti rasio pajak Indonesia yang rendah di level 9,31% terhadap PDB, menunjukkan kepatuhan wajib pajak masih menjadi isu struktural. Hal ini menambah kekhawatiran pasar terkait kredibilitas fiskal pemerintah.

Kondisi global dan domestik tersebut membuat rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif besok, tetap berada dalam tekanan meski ada potensi stabilisasi jangka pendek.


 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai dolar AS, dan Rupiah dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.