periskop.id - BNPB memperbarui data korban terdampak bencana banjir dan longsor tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat. Data terbaru yang dihimpun BNPB, sebanyak 836 orang meninggal dunia akibat bencana ini.

Berdasarkan data resmi dari laman BNPB, per Jumat (5/12) sekitar pukul 08.40 WIB, BNPB mencatat sebanyak 836 korban meninggal dunia, 509 orang hilang, dan 2.700 orang luka-luka. 

Dari data korban tersebut, secara rinci, BNPB mencatat jumlah korban meninggal dunia berdasarkan provinsi, yaitu sebanyak 311 di Sumut, sejumlah 325 di Aceh, dan sebanyak 200 di Sumbar. 

Dari setiap provinsi itu, terdapat Kabupaten/Kota yang memiliki korban meninggal dunia paling banyak. Di Sumbar, ada 147 korban meninggal dunia di Kabupaten/Kota Agam. Di sisi lain, di Aceh, tepatnya di Kabupaten/Kota Aceh Utara, ada 123 korban meninggal dunia. Sementara itu, di Sumut, tepatnya Kabupaten/Kota Tapanuli Tengah, ada 88 korban meninggal dunia.  

BNPB juga mendata kerusakan pada fasilitas umum yang secara keseluruhan sebanyak 536 terdampak bencana banjir-longsor di tiga provinsi. Secara rinci, fasilitas umum yang rusak itu, yaitu 25 fasilitas kesehatan, 326 fasilitas pendidikan, 185 fasilitas ibadah, 115 gedung atau kantor, dan 295 jembatan.

Adapun, BNPB juga mencatat rincian kerusakan fasilitas umum setiap provinsi. Provinsi Sumut sebanyak 54 fasilitas pendidikan, 1 fasilitas kesehatan, 19 rumah ibadah, dan 27 jembatan mengalami kerusakan.

Sementara itu, di Provinsi Sumbar, ada 197 fasilitas pendidikan, 24 fasilitas kesehatan, 16 kantor atau gedung, 118 rumah ibadah, dan 64 jembatan mengalami kerusakan.

Di Provinsi Aceh, ada 75 fasilitas pendidikan, 99 kantor, 48 rumah ibadah, dan 204 jembatan yang tersebar di kabupaten/kota mengalami kerusakan. 

Secara keseluruhan, BNPB mencatat sebanyak 10.500 rumah mengalami kerusakan. Sementara itu, terdapat 51 kabupaten yang terdampak bencana banjir-longsor tiga provinsi ini.