iklan periskop
Nasional

Mendikdasmen Transfer Bantuan Tunai ke Rekening Ribuan Guru Terdampak Bencana

Mendikdasmen Abdul Mu'ti memastikan bantuan dana bagi guru terdampak bencana di Sumatera dan Jawa Timur langsung ditransfer ke rekening pribadi.

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Abdul Mu'ti, banjir-longsor sumatra
Tangkapan layar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia Abdul Mu'ti dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto oleh Periskop/Rheza
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan finansial secara langsung ke rekening pribadi ribuan guru yang menjadi korban bencana di wilayah Sumatera dan Jawa Timur.

"Ini transfer langsung ke rekening masing-masing guru dan sudah kami transfer, sekarang masih proses karena memang ada beberapa yang membutuhkan waktu cukup lama karena jumlahnya cukup besar," kata Abdul Mu'ti dalam Konferensi Pers Update Penanganan Bencana Banjir Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Jakarta, Selasa (30/12).

Langkah ini diambil untuk memotong birokrasi penyaluran dana agar bantuan bisa segera dimanfaatkan oleh para pendidik yang terdampak. Pemerintah menyadari guru memegang peran krusial dalam pemulihan trauma siswa, meski mereka sendiri juga menjadi korban yang kehilangan harta benda.

Abdul Mu'ti merinci alokasi dana bantuan berdasarkan wilayah. Provinsi Aceh menjadi penerima terbesar dengan total bantuan mencapai Rp15,7 miliar yang ditujukan bagi sekitar 7.800 guru terdampak banjir dan longsor.

Wilayah Sumatera Utara mendapatkan alokasi sebesar Rp11,5 miliar untuk menjangkau sekitar 5.700 tenaga pengajar. Besaran bantuan disesuaikan dengan tingkat kerusakan dan jumlah individu yang terdampak di masing-masing kabupaten/kota.

Sumatera Barat menerima bantuan senilai Rp5,5 miliar yang didistribusikan kepada sekitar 2.700 guru. Abdul Mu'ti memastikan pendataan penerima dilakukan secara ketat melibatkan dinas pendidikan daerah agar tepat sasaran.

Selain tiga provinsi di Sumatera, bantuan khusus juga mengalir ke Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Lumajang. Pemerintah mengalokasikan anggaran hingga Rp56 miliar, dengan total dana yang sudah tersalurkan saat ini mencapai Rp32,9 miliar.

"Tapi ini bukan akan, tapi sudah mulai proses kita transfer untuk guru-guru itu," tegas Mu'ti untuk meyakinkan publik bahwa uang negara benar-benar sudah bergerak ke tangan penerima manfaat.

Bantuan tunai individu ini terpisah dari dana operasional pendidikan darurat. Untuk operasional sekolah, Kemendikdasmen telah menggelontorkan total Rp25,9 miliar di Aceh, Rp11,2 miliar di Sumbar, dan Rp8,5 miliar di Sumut.

Pemerintah berharap stimulus finansial ini dapat meringankan beban ekonomi para guru. Dengan demikian, mereka bisa lebih fokus mempersiapkan diri menyambut kembalinya siswa ke sekolah pada 5 Januari mendatang.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Banjir-Longsor Sumatera, dan Abdul Mu'ti dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.