iklan periskop
Nasional

Menpan RB Godok Rencana Seleksi CPNS, Pertimbangkan Kebutuhan Instansi Baru

Menpan RB Rini Widyantini tengah mengkaji rencana pembukaan CPNS tahun ini. Formasi akan difokuskan untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo.

6 bulan yang lalu · 2 mnt baca
PPPK, PNS, Korpri
Sejumlah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) Pemerintah Kota Tangerang Selatan usai dilantik di Lapangan Markas Batalion Arhanud 1/Rajawali, Pakulonan, Serpong Utara, Senin (30/6/2025). Periskop/Arief Rachman
Ukuran teks
Sedang

periskop.id – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menjelaskan pemerintah saat ini masih mengkaji rencana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) serta jumlah formasi yang akan ditawarkan. 

Perhitungan tersebut harus mempertimbangkan jumlah pegawai pensiun serta kebutuhan kompetensi khusus guna menyukseskan program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

"Saya juga komunikasi dengan Kemenkeu, tentunya kita harus ada mengisi PNS yang pensiun dan tentu saja kami harus mengitung CPNS itu untuk bisa mendukung asta cita Bapak Presiden (Prabowo Subianto), kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan," kata Rini kepada media di Jakarta, Rabu (11/2).

Rini menyebutkan penentuan jumlah formasi tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Pemerintah memerlukan perhitungan menyeluruh mengenai kebutuhan riil pada setiap instansi pusat maupun daerah.

Apalagi saat ini terdapat perubahan struktur organisasi di sejumlah kementerian dan lembaga baru. Penyesuaian struktur ini otomatis mengubah peta kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan birokrasi.

Menteri PANRB masih menunggu laporan kebutuhan mendetail dari setiap instansi pemerintah. Hal ini bertujuan agar kompetensi ASN baru nantinya benar-benar selaras dengan target pencapaian prioritas nasional.

"Saya juga harus menunggu kebutuhan dari instansi pemerintah seperti apa disesuaikan dengan bagaimana cara pencapaian kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan untuk pencapaian prioritas Bapak Presiden, termasuk juga dengan kompetensi-kompetensi yang ada di setiap wilayah," tuturnya.

Selain kompetensi teknis, distribusi pegawai di setiap wilayah juga menjadi perhatian utama. Pemerintah ingin memastikan pengisian jabatan ASN merata dan sesuai dengan tantangan pembangunan di daerah.

Kementerian PANRB terus menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Keuangan terkait ketersediaan anggaran. Faktor fiskal menjadi basis penting dalam menentukan kuota penerimaan pegawai baru.

Meskipun masih dalam tahap penghitungan, Rini memberikan angin segar bagi lulusan baru atau fresh graduate. Pemerintah tetap berkomitmen memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkarier sebagai ASN.

"Jadi mohon waktu mungkin kita harus betul-betul menghitung dan tentunya saya juga concern bahwa memang kita harus juga para fresh graduate juga memang harus diberikan kesempatan," tutup Rini.

Pemerintah berharap proses evaluasi ini menghasilkan postur birokrasi yang ramping namun kaya fungsi. Fokus utama tetap pada efektivitas kerja dalam melayani kepentingan publik dan menjalankan visi presiden.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai CPNS, CPNS 2026, dan Rini Widyantini dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.