periskop.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp529 miliar untuk mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di sejumlah wilayah. Budi menyebut telah menyampaikan hal ini kepada Presiden Prabowo Subianto sejak 20 Januari lalu.
Dalam keterangannya, Budi menjelaskan bahwa meski seluruh rumah sakit dan puskesmas terdampak kini telah kembali beroperasi, pemulihan belum berjalan optimal karena banyak alat kesehatan dan sarana pendukung mengalami kerusakan. Tambahan anggaran dinilai penting agar rehabilitasi dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak terus bergantung pada donasi masyarakat.
“Kalau bisa dibantu untuk mendapatkan pencairan, kita akan bisa lebih cepat melakukan recovery karena target kami akhir Maret sudah selesai,” ujar Budi saat konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (11/2).
Ia memaparkan, dari 130 rumah sakit yang terdampak, sebanyak 87 sempat tidak beroperasi di awal bencana, namun kini seluruhnya telah kembali melayani masyarakat. Sementara itu, dari 1.265 puskesmas di tiga provinsi, ratusan sempat berhenti beroperasi, dengan dua puskesmas hancur total dan telah dibangun kembali dalam waktu kurang dari satu bulan.
Tambahan anggaran juga diajukan untuk rehabilitasi rumah tenaga kesehatan yang rusak akibat bencana. Tercatat sekitar 3.200 rumah tenaga kesehatan terdampak, dan 1.350 unit di antaranya telah siap memasuki tahap pencairan bantuan. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan tersebut dapat dimulai sebelum Ramadan.
Meski masih menunggu kepastian anggaran, Kementerian Kesehatan menyatakan tetap melanjutkan proses pemulihan melalui dukungan relawan dan donasi dari berbagai pihak.
“Tapi kalau belum cair pun kami tidak diam, kami mencari dengan donasi-donasi lainnya,” pungkas Menkes.
Sementara itu, Tito Karnavian menyatakan bahwa belum cairnya tambahan anggaran tersebut merupakan kewenangan Kementerian Keuangan.
“Itu kan kewenangannya Menkeu, kita tunggu nanti dari Pak Purbaya,” kata Tito saat ditemui usai konferensi pers tersebut.
Tinggalkan Komentar
Komentar