periskop.id - Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah mengancam ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) global, termasuk bagi Indonesia. Ancaman krisis energi BBM ini berpotensi menimbulkan disrupsi terhadap perekonomian nasional.
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, meminta pemerintah melakukan kajian komprehensif mengenai pengalihan sebagian subsidi BBM menjadi subsidi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojek daring, disertai penyediaan fasilitas pembiayaan yang terjangkau untuk program penukaran sepeda motor berbahan bakar minyak.
Menurutnya, ekosistem ojek daring telah menjadi pilar utama dalam rantai pasok barang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta transportasi penumpang yang efisien.
Dengan estimasi 7 juta pengemudi ojek daring di seluruh Indonesia, ia menilai pengalihan subsidi BBM ke sepeda motor listrik merupakan langkah strategis yang tepat sasaran, guna mengurangi ketergantungan impor BBM, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional.
“Kami mengimbau pemerintah untuk segera mengkaji dan mengimplementasikan kebijakan ini, termasuk skema pembiayaan kredit berbunga rendah bagi pengemudi ojek daring,” ucap Igun dalam keterangannya yang diterima Periskop.id, Selasa (24/3).
Igun menjelaskan, inisiatif tersebut tidak hanya menjadi solusi mitigasi krisis BBM, melainkan juga katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy.
Lebih jauh, pihaknya siap menjalin kerja sama serta kajian bersama dengan instansi pemerintah terkait, platform ojek daring, sektor pembiayaan, serta produsen sepeda motor listrik untuk merealisasikan program sebagai bentuk mitigasi potensi krisis BBM di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar