periskop.id - Terdakwa korupsi sertifikasi K3, eks Wamenaker Emmanuel Ebenezer alias Noel, melancarkan serangan terbuka terhadap kredibilitas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Noel menuding lembaga antirasuah tersebut melakukan serangkaian kebohongan publik, mulai dari manipulasi data kasus ASDP hingga status Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Noel menyatakan narasi "Bocil" (Bohong, Licik, dan Liar) yang selama ini ia sematkan kepada KPK kini terbukti. Ia mencontohkan ketidakkonsistenan informasi dalam kasus ASDP yang menyeret nama Ira Puspadewi, eks Direktur Utama PT ASDP.
"Jadi narasi saya selama ini terkait 'bocil', bohong, licik, dan liar itu terbukti adanya kan? Sebetulnya dari proses saya masuk, banyak sekali kebohongan yang dilakukan oleh KPK. Pertama soal Bu Ira, kasus ASDP. Dibilang ASDP itu hasil laporan BPKP, ternyata BPKP menyanggah," kata Noel di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat, Senin (30/3).
Noel juga membongkar adanya praktik manipulasi dalam klaim penangkapan. Ia menyebut banyak kasus yang diklaim sebagai OTT sebenarnya tidak memenuhi unsur tersebut dan dianggap sebagai bentuk penipuan.
"Kedua, banyak kasus lain terkait OTT, ternyata tidak banyak yang OTT. Nipu semua nih orang-orang ini," jelasnya.
Noel menduga motivasi di balik rentetan kebohongan tersebut adalah orientasi karier dan jabatan. Ia menuding oknum di KPK menghalalkan segala cara demi meraih posisi strategis di institusi masing-masing.
"Motivasinya apa? Untuk naik pangkat. Supaya bisa jadi jenderal, supaya jadi kapolres. Pokoknya orientasi cara berpikirnya korup. Orang yang mau mendapat jabatan itu kan cara berpikir yang korup. Jadi pemahaman koruptifnya ya mereka," tegas Noel.
Noel pun menyindir mentalitas para petugas lembaga tersebut. Ia menilai ada ironi besar ketika sebuah lembaga pemberantas korupsi justru dihuni oleh orang-orang dengan pola pikir yang ia sebut koruptif.
"Ya lucu menurut saya. Mereka memberantas korupsi tapi cara berpikir mereka sangat koruptif sekali. Gitu kira-kira kawan-kawan," pungkas Noel.
Tinggalkan Komentar
Komentar