periskop.id - Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menegaskan rencana besar Kementerian Pertahanan untuk memperkuat sistem pertahanan nasional dengan membangun dua batalyon komponen cadangan (Komcad) di setiap kabupaten di Indonesia.

“Harapannya kita di tiap kabupaten itu ada dua batalyon Komcad ya di 514 kabupaten,” ujar Donny seusai menutup latihan dasar militer (Latsarmil) Komcad ASN di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6).

Advertisement

Menurut Donny, keberadaan batalyon Komcad di tingkat daerah akan memudahkan TNI memperoleh dukungan tambahan personel saat melaksanakan tugas pertahanan. Langkah ini sejalan dengan strategi Kemhan yang tengah gencar membuka pelatihan Komcad bagi aparatur sipil negara (ASN), baik di pemerintah pusat maupun daerah.

Sejumlah pemerintah provinsi sudah mulai mengikutsertakan pegawainya dalam program Latsarmil. Donny mencontohkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan 500 ASN sebagai Komcad. 

“Beberapa waktu yang lalu kita juga sudah menetapkan 500 ASN di Provinsi Sulawesi Selatan menjadi Komcad ya, dan ke depan juga akan ada dari beberapa pemerintah provinsi yang akan melaksanakan pelatihan Komcad,” jelasnya.

Meski demikian, Donny tidak merinci apakah personel Komcad nantinya akan ditempatkan untuk membantu tugas TNI di satuan tempur wilayah (YTP). 

Ia hanya menegaskan, “Tugas utamanya adalah kalau TNI membutuhkan untuk tugas pertahanan militer ya.”

Komcad diatur dalam UU No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, yang menegaskan peran warga sipil sebagai cadangan dalam menghadapi ancaman militer.

Hingga 2026, Kemhan telah melatih ribuan ASN, mahasiswa, dan pegawai BUMN sebagai Komcad. Program ini diproyeksikan terus berkembang seiring target pemerataan pertahanan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan 514 kabupaten/kota, rencana dua batalyon per daerah berarti Indonesia berpotensi memiliki lebih dari 1.000 batalyon Komcad sebagai kekuatan tambahan di luar struktur TNI reguler.