Periskop.id – Pemerintah menegaskan program latihan dasar militer (Latsarmil) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menjadi Komponen Cadangan (Komcad) tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap jenjang karir peserta.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini mengatakan, Latsarmil yang dijalani para ASN akan dicatat sebagai bagian dari pengembangan kompetensi. 

Advertisement

“Ini tentunya akan dicatat sebagai salah satu bagian dari kompetensi yang bersangkutan dan tentu akan berbanding lurus dengan sistem karier yang bersangkutan,” ujar Rini usai menghadiri upacara penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6)

Menurut Rini, setiap ASN memiliki kewajiban minimal mengikuti pengembangan kompetensi sebesar 20 jam pelajaran (JP) per tahun, sedangkan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) wajib 24 JP. Dengan durasi Latsarmil selama 1,5 bulan, para peserta telah memenuhi persyaratan ini sekaligus memperoleh pelatihan militer dasar, simulasi operasi, dan materi teori mengenai nasionalisme serta disiplin kerja.

“Capaian ini menjadi salah satu faktor bagi para pegawai untuk meraih kemajuan karir di instansi masing-masing. Namun, kami berharap ASN tidak hanya mengharapkan kenaikan jabatan, tetapi juga menumbuhkan jiwa nasionalisme, disiplin, dan kemampuan diandalkan di lingkungan kerja,” tambah Rini.

Pertahanan Nasional
Sebanyak 1.758 ASN telah mengikuti Latsarmil Komcad Gelombang I di berbagai satuan TNI, termasuk Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes), Skadron Pendidikan (Skadik) 301, Pusat Bahasa TNI AU, Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya, dan Pasukan Marinir (Pasmar) 1 Cilandak. Setelah program selesai, mereka akan kembali ke instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat kompetensi ASN sekaligus meningkatkan kapasitas pertahanan nasional melalui integrasi program Komcad. Dengan pelatihan yang menyeluruh, para ASN tidak hanya siap menghadapi situasi darurat, tetapi juga diharapkan menjadi teladan dalam disiplin, profesionalisme, dan dedikasi kerja di birokrasi.

“Melalui Komcad, ASN dapat mengembangkan keterampilan tambahan yang relevan dengan tugas kedinasan, sambil memperkuat karakter dan nasionalisme. Ini sekaligus menjadi nilai tambah bagi pengembangan karir mereka,” ujar Rini.

Dengan program ini, pemerintah berharap setiap ASN dapat berperan lebih efektif, siap menghadapi dinamika tugas, dan mendukung modernisasi birokrasi serta kesiapan pertahanan negara.