periskop.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan sejumlah asetnya telah beralih fungsi menjadi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemanfaatan itu berjalan lewat skema kerja sama dengan pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Executive Vice President of Sales KAI Zuhril Alim menyebutkan, sudah ada beberapa titik aset perusahaan yang difungsikan sebagai lokasi dapur MBG. Ia juga membuka pintu lebar bagi siapapun yang ingin menjalin kerja sama serupa.

Advertisement

"Ada beberapa lokasi yang memang sudah dijadikan, ada yang bekerja sama dengan KAI, untuk dijadikan sebagai SPPG," kata Zuhril usai peluncuran Space by KAI di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (10/6).

Soal detail lokasi spesifiknya, Zuhril mengaku pihaknya masih perlu melakukan pengecekan ulang. Ia menegaskan, keberadaan aset-aset yang sudah bekerja sama untuk program SPPG tersebut tetap ia yakini.

Kerja sama tak terbatas pada program pemerintah saja. KAI juga memberi ruang bagi pelaku usaha skala kecil, termasuk kelompok UMKM yang ingin memanfaatkan area komersial maupun aset-aset milik perusahaan.

"Selalu ada peluang ketika syarat dan ketentuannya terpenuhi, baik dari pihak KAI maupun dari pihak calon mitra. Itu kemudian bisa menjadi suatu kerja sama yang saling menguntungkan," tutur Zuhril.

Untuk mempermudah proses tersebut, KAI meluncurkan platform Space by KAI sebagai kanal resmi bagi calon mitra yang ingin menjajaki pemanfaatan aset. Zuhril menyebutnya sebagai entry point sebelum kerja sama yang lebih besar terbentuk.

Ia pun melihat potensi kerja sama jangka panjang yang lebih ambisius, termasuk pengembangan kompleks pertokoan di atas aset-aset milik KAI.

"Kalau harapannya bisa menjadi kompleks pertokoan, sah-sah saja. Tinggal bagaimana proposal yang diajukan oleh calon mitra kita," ungkapnya.

"Ini menjadi pintu masuk bagaimana calon mitra melihat lokasi mana yang memang bisa dikerjasamakan dengan KAI," pungkas Zuhril.