periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap membutuhkan sektor swasta yang kuat di tengah upaya pemerintah memperketat tata kelola sumber daya alam. Dalam pidatonya di DPR, Rabu (20/5), Prabowo menyebut ekonomi Indonesia harus berjalan dengan konsep ekonomi Pancasila atau jalan tengah.
Menurut Prabowo, Indonesia membutuhkan kombinasi terbaik antara peran negara dan mekanisme pasar. Negara tetap harus hadir memberikan perlindungan dan pengawasan, namun sektor swasta juga harus tumbuh dinamis dan inovatif.
“Ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan kapitalisme,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan negara harus memastikan keadilan dan pemerataan, sementara sektor swasta berperan menciptakan inovasi, persaingan sehat, serta keberanian mengambil risiko bisnis.
Prabowo juga menekankan pentingnya membangun generasi pengusaha baru di Indonesia. Pemerintah berencana membuka pendidikan kewirausahaan untuk mendorong lahirnya anak muda yang berani berbisnis dan memiliki kemampuan manajerial kuat.
Data Kementerian Koperasi dan UKM sebelumnya menunjukkan rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di kisaran 3 hingga 4 persen dari total penduduk. Angka itu masih lebih rendah dibanding sejumlah negara maju yang rata-rata berada di atas 10%.
Karena itu, pemerintah menilai penguatan pendidikan kewirausahaan menjadi langkah penting untuk menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
Prabowo menegaskan konsep ekonomi kekeluargaan bukan berarti anti terhadap pasar bebas. Ia justru ingin menciptakan sistem ekonomi yang membuat seluruh rakyat ikut menikmati pertumbuhan ekonomi tanpa meninggalkan prinsip gotong royong dan keadilan sosial.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar