periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan nelayan dalam pidato rapat paripurna DPR mengenai KEM-PPKF 2026. Pemerintah berencana membangun ribuan desa nelayan modern dalam tiga tahun mendatang.
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa nelayan Indonesia selama ini masih menghadapi banyak kendala, mulai dari sulit memperoleh bahan bakar hingga keterbatasan fasilitas penyimpanan hasil laut.
“Kita akan bangun dalam tiga tahun yang akan datang lima ribu desa nelayan,” ujar Prabowo.
Ia menyebut pada tahun 2026 pemerintah akan mulai meresmikan 386 desa nelayan sebagai tahap awal program tersebut. Setiap desa nantinya akan dilengkapi fasilitas pabrik es, cold storage, dan SPBU khusus nelayan.
Program ini dinilai penting karena Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut sangat luas. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan sektor perikanan menjadi salah satu sumber pangan dan ekonomi penting nasional, terutama untuk masyarakat pesisir.
Prabowo menegaskan para nelayan harus diberdayakan agar mampu meningkatkan hasil tangkapan sekaligus pendapatan mereka. Menurutnya, nelayan merupakan penyedia protein utama bagi masyarakat Indonesia sehingga kesejahteraan mereka wajib menjadi prioritas negara.
“Kita ingin nelayan-nelayan kita pergi ke laut dengan perlengkapan yang baik dan aman,” kata Prabowo.
Selain mendukung ekonomi pesisir, pembangunan desa nelayan juga diproyeksikan memperkuat rantai distribusi hasil laut nasional. Kehadiran cold storage memungkinkan hasil tangkapan bertahan lebih lama dan mengurangi kerugian pascapanen.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan dan memanfaatkan potensi maritim Indonesia secara maksimal.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar