periskop.id - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah meminta Bank Indonesia mengambil langkah tegas melalui kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar hari ini, Rabu (20/5).

‎Menurut Said, tekanan global yang masih tinggi, terutama dari kebijakan moneter Amerika Serikat, membuat Indonesia perlu memperkuat langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah.

‎"Bahkan kita jangan pernah berharap suku bunga amerika akan turun, dan saya berharap BI hari ini dalam rapatnya bisa naik di 50 atau 75 basis poin untuk tahan gejolak rupiah kita," ujar Said kepada media, Jakarta, Rabu (20/5). 

‎Selain itu, Said mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga akan memberikan respons terkait kondisi ekonomi global dan langkah pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional.

‎"Presiden akan berikan respon soal ini," tuturnya. 

‎Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk mempertahankan suku bunga BI Rate sebesar 4,75%. Dengan demikian suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,5%.

‎"Rapat dewan gubernur Bank Indonesia pada 21 dan April memutuskan untuk mempertahankan BI Rate 4,75%," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG, Rabu (22/4).‎