periskop.id - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan pemerintah tengah mendiskusikan posisi Presiden Partai Buruh Said Iqbal di Kabinet Merah Putih. Namun, ia enggan merinci jabatan spesifik yang bakal diberikan kepada pemimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) tersebut.
Dua hari sebelum pernyataan itu, juru bicara Presiden Prabowo Subianto sudah memberi sinyal. Ia menyebut kemungkinan posisi Said Iqbal erat kaitannya dengan rekam jejaknya di isu perburuhan dan ketenagakerjaan.
"Sedang didiskusikan, sedang didiskusikan," ujar Prasetyo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Sabtu (6/6).
Dari sisi Said, kabar penunjukan itu pun sudah sampai ke telinganya. Presiden KSPI itu mengaku telah menerima pemberitahuan dari Istana Kepresidenan perihal rencana pengangkatannya sebagai anggota kabinet.
Kendati demikian, Said tidak bersedia membeberkan siapa yang menghubunginya dari Istana, kapan persisnya, maupun posisi apa yang akan diembannya kelak.
Said juga menampik tudingan bahwa rencana penunjukannya sekadar bertujuan meredam aksi unjuk rasa kaum buruh. Ia menegaskan, langkah itu justru dimaksudkan untuk memperkuat perjuangan kesejahteraan pekerja.
"Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Mensesneg atas nama presiden. Kemungkinan sekitar isu ketenagakerjaan," pungkas Said saat dihubungi, Jumat (5/6).
Langkah menempatkan pimpinan serikat buruh di kabinet sebenarnya bukan yang pertama dilakukan Prabowo. Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat lebih dulu dilantik sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup dalam reshuffle kabinet, Senin (27/4).
Kedekatan antara KSPI dan KSPSI dengan Prabowo pun tercermin dari cara kedua organisasi itu merayakan Hari Buruh Internasional. Pada 2025 dan 2026, keduanya bersama sejumlah serikat buruh lainnya memilih merayakan Hari Buruh di Monumen Nasional (Monas) bersama pemerintah, alih-alih menggelar demonstrasi.
Said Iqbal menjabat Presiden Partai Buruh sekaligus memimpin KSPI, dua organisasi yang selama ini dikenal vokal memperjuangkan hak-hak pekerja. Bila penunjukannya terkonfirmasi, ia akan menjadi tokoh serikat buruh kedua yang masuk ke jajaran Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Prabowo.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar