periskop.id - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta petugas kesehatan di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menjelang kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah.

Menurut Dahnil, jamaah gelombang kedua membutuhkan perhatian ekstra karena tiba di Madinah setelah menuntaskan rangkaian ibadah inti, termasuk di kawasan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Kondisi fisik yang lelah dinilai berpotensi menurunkan kesehatan mereka secara signifikan.

Advertisement

"Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif," ujar Dahnil saat meninjau Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, Sabtu (6/6).

Ia menekankan, petugas tidak boleh bersikap pasif dengan hanya menunggu jamaah datang ke fasilitas kesehatan. Pemantauan aktif disebut sebagai kunci agar kondisi jamaah terpantau sejak awal sebelum memburuk.

Dahnil juga meminta KKHI Madinah dan tim kesehatan di setiap sektor memperkuat koordinasi. Ia menegaskan tim visitasi ke lapangan harus tetap berjalan beriringan dengan layanan di klinik.

"Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan," kata Dahnil.

Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek kesiapan layanan, stok obat-obatan, serta distribusi kebutuhan kesehatan ke sektor-sektor di Madinah. Ia menegaskan layanan kesehatan wajib hadir cepat, responsif, dan mampu menjangkau jamaah, terutama lansia serta mereka yang berisiko tinggi.

"Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jamaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik," ujar Wamenhaj.

Dahnil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kesehatan haji yang terus bersiaga sepanjang masa operasional. Ia meminta mereka menjaga stamina dan tetap bersemangat melayani jamaah.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian krusial dari fase pasca-Armuzna. Pemantauan dilakukan tidak hanya melalui KKHI, tetapi juga lewat tim visitasi di setiap sektor agar jamaah tetap aman hingga kembali ke tanah air.

"Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jamaah kita," pungkas Dahnil.