Nasional

Kemenhan Hapus Latihan Senjata dari Program SPPI KDKMP

Kemenhan memastikan latihan senjata dan taktik militer dihapus dari program SPPI KDKMP. Revisi dilakukan setelah evaluasi pasca-meninggalnya lima peserta pelatihan.

1 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Kemenhan Hapus Latihan Senjata dari Program SPPI KDKMP
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto saat jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026). ANTARA/Walda Marison
Ukuran teks
Sedang

Periskop.id - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memastikan latihan menggunakan senjata maupun taktik militer resmi dihapus dari program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Langkah itu merupakan hasil evaluasi setelah lima peserta SPPI meninggal dunia.

Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menyampaikan, program tersebut kini sudah jauh berbeda dibanding sebelumnya. Para peserta tidak lagi diarahkan menjadi komponen cadangan, melainkan hanya mendapat pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara.

"Kami sudah merevisi program ini. Yang semula mereka juga akan menjadi komponen cadangan, kami sudah tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan Bela Negara," kata Donny usai rapat dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Donny merinci, materi yang kini diberikan mencakup nasionalisme, patriotisme, dan kedisiplinan. Kedisiplinan yang dimaksud adalah ketaatan peserta dalam menjalani jadwal harian selama pelatihan.

Kepemimpinan juga masuk kurikulum yang direvisi. Ia menilai bekal tersebut penting karena para peserta adalah calon manajer koperasi yang kelak akan memimpin sejumlah staf.

"Bagaimana melatih kebersamaan dan kerja sama. Nah itulah nilai-nilai itu yang akan kami berikan," ujarnya.

Soal lima peserta yang meninggal, Donny memaparkan penyebab kematian masing-masing berbeda. Kelelahan akibat perubahan pola hidup, kondisi cuaca, dan penyakit bawaan disebut sebagai sejumlah faktor yang melatarbelakanginya.

"Mungkin ada kasus-kasus tertentu, kejadian yang tadi itu mungkin cuaca dan sebagainya, sehingga menyebabkan dari kondisi yang sudah terbatas tersebut akhirnya yang bersangkutan meninggal dunia," ucapnya.

Kemenhan menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban. Donny menegaskan pihaknya tidak menginginkan peristiwa itu terjadi dan akan menjadikannya pelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kemenhan telah menyalurkan santunan serta mendukung proses pemulangan jenazah dan pemakaman. Pengurusan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan juga tengah berjalan.

"Kami sudah memberikan santunan ataupun perawatan dukungan pertama, pemulangan jenazah, pemakaman, juga santunan dari Kementerian Pertahanan. Kami juga membantu pengurusan proses santunan dari BPJS Ketenagakerjaan yang masih dalam proses," pungkas Donny.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.