Periskop.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta evaluasi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah akan memprioritaskan penerima dari kelompok yang membutuhkan, termasuk masyarakat desil bawah dan daerah rawan stunting.

Ia menjelaskan, Prabowo meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan MBG dikaji sebelum pemerintah menentukan langkah berikutnya. Menurut Agustina, arahan tersebut menjadi dasar bagi BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program yang menjangkau jutaan penerima manfaat.

"Beliau mendengarkan semua masukan dari semua peserta rapat yang hadir tadi, ada usulan yang macam-macam," kata Agustina usai menghadap Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7).

Agustina menyebut Presiden mengarahkan agar MBG lebih fokus diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Menurutnya, kelompok penerima di desil bawah serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi akan menjadi perhatian dalam penyesuaian sasaran program.

Ia mengatakan pemerintah akan melakukan efisiensi terhadap penerima MBG yang dinilai tidak lagi masuk dalam kelompok prioritas. Sementara itu, masyarakat di daerah tertinggal dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi tetap menjadi sasaran utama.

"Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan, tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stuntingnya tinggi silakan diberikan," katanya.

Lebih lanjut, Agustina menyampaikan Presiden meminta kementerian terkait ikut membantu BGN dalam membenahi pelaksanaan program tersebut. Ia menilai penataan MBG membutuhkan dukungan banyak pihak karena jumlah penerima manfaat mencapai jutaan orang.

Arahan tersebut disebut menjadi langkah awal pemerintah untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih tepat sasaran. Agustina mengatakan BGN akan melakukan perbaikan terhadap data penerima sebelum mengambil keputusan lanjutan.

"Bagi kami adalah perintah beliau kepada seluruh kementerian bantu pimpinan BGN untuk membenahi ini karena kami tahu ini tidak mudah karena melibatkan jutaan penerima manfaat," kata Agustina.

Saat ini, BGN akan memprioritaskan pembenahan basis data penerima MBG agar kebijakan berikutnya sesuai dengan arahan Presiden. Menurut Agustina, validasi data diperlukan agar program dapat diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan.

Agustina menambahkan, evaluasi sasaran MBG dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki efektivitas program. Ia menegaskan BGN akan menyesuaikan pelaksanaan program berdasarkan hasil pembaruan data penerima.

"Kami akan memperbaiki data penerima terlebih dahulu agar keputusan pemerintah bisa diambil secara tepat sesuai arahan Presiden," pungkas Agustina.