periskop.id - Pil pahit kembali ditelan oleh Italia setelah gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Tim dengan julukan Gli Azzurri itu harus rela melepaskan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah gagal menang di babak final play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.

Duel antara Bosnia dan Italia yang berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica pada Rabu (1/4/2026) dini hari, harus berakhir hingga laga penalti setelah bermain imbang 1-1. Sayangnya, Italia harus kalah penalti 4-1 setelah Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante gagal menjalani tugas sebagai eksekutor.

Kekalahan itu membuat arsitek timnas Italia, Gennaro Gattuso, merasa kecewa. Menurutnya, para pemain tidak pantas untuk mendapatkan hasil tersebut.

“Ini menyakitkan, tetapi saya bangga dengan para pemain saya. Mereka tidak pantas menerima pukulan seperti ini atas cinta yang mereka berikan. Mereka menunjukkan keterikatan mereka pada seragam ini. Ini adalah kemunduran yang berat,” katanya setelah selesai pertandingan yang dikutip dari FIGC.

Masa depan Gennaro dalam memimpin Timnas Italia sempat menjadi sorotan. Meski begitu, ia memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Baginya, yang lebih penting saat ini adalah membahas performa tim setelah kekalahan karena ia merasa Italia seharusnya bisa meraih hasil yang lebih baik dari ini.

Profil Gennaro Gattuso dalam Dunia Sepakbola Italia

Gennaro Ivan Gattuso merupakan pelatih dan mantan pemain Timnas Italia. Ia lahir di Corigliano Calabro, Italia, pada 9 Januari 1978.

Saat ini, ia menjabat sebagai pelatih kepala Timnas Italia sejak Juni 2015. Sebelum berkarier sebagai pelatih, ia pernah menjadi pemain dan menjadi bagian dari skuad Timnas Italia. Posisi spesialis yang ia isi adalah gelandang bertahan, tetapi ia juga bisa bermain di posisi sayap.

Gattuso terkenal dengan karakter yang cukup agresif dan bermain dengan keras. Ia juga memiliki keunggulan dalam hal kecepatan, kekuatan, dan tingkat kerja.

Namanya cukup dikenang di dalam dunia sepak bola Italia berkat kontribusinya dalam bermain bersama AC Milan di Serie A. Bersama AC Milan, ia berhasil memenangkan Liga Champions UEFA musim 2002/2003 dan 2006/2007, Coppa Italia musim 2002/2003, dan Serie A musim 2003/2004.

Perjalanan Karier Gennaro Gattuso

Gattuso mengawali karier sebagai pemain sepak bola dengan bergabung bersama tim asal Umbria, yaitu Perugia. Kemudian, pada Juli 1997, ia pindah ke tim Skotlandia Rangers. 

Ketika berkarier di Skotlandia, pelatih klub tersebut, Dick Advocaat, tidak menyukai gaya bermain Gattuso. Ia pun dijual pada Oktober 1998 ke klub Salernitana, klub yang baru mengalami promosi ke Serie A. Sayangnya, penampilan bagus yang diberikan tidak mampu membuat timnya tetap bertahan di Serie A.

Gattuso dipinang oleh AC Milan yang diharga €8 juta pada tahun 1999. Penampilan debutnya terjadi pada 15 September 1999 dengan melawan Chelsea di UEFA dengan hasil imbang 0-0. 

Kemudian, ia masuk sebagai pemain inti dalam laga derby Milan pertama yang berlangsung pada 24 Oktober 1999. Penampilannya saat itu cukup bagus sehingga para penggemar menyukai kematangan dan keuletan permainannya.

Kerja keras dan penampilan terbaiknya dalam duel bola membuat manajer AC Milan, Carlo Ancelotti, segera menempatkan playmaker lini tengah Andrea Pirlo sebagai tandemnya. Pirlo bertugas untuk melakukan penyerangan, sementara Gattuso sebagai pendukung serangan Pirlo.

Strategi itu pun membuat AC Milan mampu meraih Coppa Italia, Liga Champions UEFA, dan Piala Super UEFA pada tahun 2003. AC Milan pun mendapatkan gelar Serie A dan Supercoppa Italiana pada tahun 2004.

Komitmennya bersama AC Milan membuat dirinya tetap berseragam AC Milan hingga tahun 2012. Bersama timnya itu, ia sudah mengumpulkan 10 gol dari total 387 penampilan. Setelah puas berkarier di AC Milan, ia sempat membela klub asal Swiss, yaitu Sion.

Berkat penampilannya yang cukup impresif, Gattuso dipercaya menjadi bagian dari skuad Timnas Italia pada tahun 2000. Gattuso sudah ikut berkontribusi bersama tim Gli Azzurri pada ajang Piala Dunia 2002 dan 2006 serta Piala Eropa 2004. Ia telah membela Italia sebanyak 73 pertandingan hingga tahun 2010.

Prestasi Gennaro Gattuso sebagai Pelatih

Karier kepelatihan Gattuso dimulai ketika menangani FC Sion tahun 2013. Pengalaman itu menjadi bekal untuk membangun fondasi kepelatihan di dunia sepak bola. Setelah itu, ia mengarsiteki Palermo dan OFI Crete, tim asal Yunani.

Kepelatihan mulai terlihat positif ketika ia berhasil mencuri perhatian dengan membawa klub Pisa promosi ke Serie B tahun 2016. Namanya di kursi kepelatihan semakin naik ketika dirinya menukangi AC Milan. Ia sukses membawa klub tersebut finis di posisi kelima pada klasemen akhir Serie A 2018/2019.

Puncaknya terjadi ketika ia memimpin Napoli yang berhasil memperoleh piala Coppa Italia 2019/2020 setelah mengalahkan Juventus di final. Gattuso kemudian pindah melatih Fiorentina.

Setelahnya, ia melatih Valencia di La Liga Marseille di Ligue 1. Terakhir, ia memimpin tim Hajduk Split di Kroasia selama satu musim sebelum kemudian ia dipercaya untuk menangani tim nasional Italia pada Juni 2025.

Pemilihan dirinya sebagai pelatih kepala Timnas Italia bertepatan dengan kegagalan Italia lolos di dua edisi Piala Dunia (2018 dan 2022). Penunjukkannya bertujuan untuk membangun kembali kejayaan Italia. Namun, sayangnya ia tetap tidak bisa membawa Italia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah gagal pada babak final play-off melawan Bosnia dan Herzegovina.