periskop.id - Adrian Fernandez resmi didiskualifikasi dari enam seri pembuka Moto3 2026. Sanksi tersebut dijatuhkan akibat pelanggaran teknis terkait kondisi mesin motornya.

Enam seri yang hasil balapannya dianulir mencakup Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Dari penghapusan itu, ia kehilangan dua hasil finis kedua sekaligus total 77 poin yang telah diraih sepanjang paruh awal musim.

Advertisement

Dampaknya langsung terasa di klasemen. Adik pebalap MotoGP, Raul Fernandez, terjun dari posisi tiga ke urutan 20, hanya menyisakan 13 poin dari Moto3 Italia pekan lalu yang masih sah ia pegang.

Moto3 menyatakan, dua mesin milik tim Leopard Racing terbukti pernah dibuka tanpa seizin pihak berwenang. Temuan tersebut berasal dari direktur teknis kejuaraan serta laporan resmi pabrikan penyedia mesin.

Hasil pemeriksaan menunjukkan segel pada kedua mesin Fernandez tidak sesuai dengan prosedur standar kabel yang berlaku di Moto3. Pelanggaran itu disebut melanggar tiga ketentuan sekaligus, yakni Artikel 2.6.3.3 tentang durabilitas mesin kelas Moto3, serta Artikel 3.3.2.2 dalam regulasi Kejuaraan Dunia Grand Prix Federasi Internasional Motorcycling (FIM) yang mengatur tindakan curang atau koruptif.

Secara teknis, pelanggaran pada mesin pertama berakibat pada penghapusan hasil di Thailand, Brasil, dan Spanyol. Adapun pelanggaran pada mesin kedua menyebabkan hasil di Prancis dan Catalunya ikut dihapus.

Jatuhnya Fernandez di klasemen membuka peluang besar bagi pebalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia itu naik ke podium ketiga di Moto3 Prancis sekaligus menempati posisi tiga klasemen sementara, menggantikan Fernandez.

Ini bukan pertama kalinya Veda diuntungkan oleh sanksi terhadap pebalap lain. Sebelumnya, ia juga memperoleh manfaat serupa dari diskualifikasi Brian Uriarte di Moto3 Catalunya, yang dihukum karena menggunakan oli di luar spesifikasi yang diizinkan.

Dengan hanya 13 poin tersisa, posisi Fernandez di klasemen Moto3 2026 kini jauh dari kondisi awal musim. Perjalanan panjang sisa kejuaraan menjadi satu-satunya jalan baginya untuk kembali bersaing di papan atas.

Bagi Veda, tambahan podium dan naiknya posisi klasemen menjadi modal penting untuk terus bersaing di paruh kedua musim Moto3 2026.