Periskop.id - PT BYD Motor Indonesia mencatat penjualan lebih dari 97.000 unit kendaraan listrik di Tanah Air sejak mulai masuk pasar nasional pada 2024 hingga Juli 2026. Angka tersebut menempatkan BYD sebagai pemain dominan di segmen EV dengan penguasaan pangsa pasar lebih dari 40%.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyebutkan, capaian itu mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, hal tersebut turut memperkuat posisi BYD di industri otomotif nasional.

"Hingga hari ini BYD sudah mendistribusikan lebih dari 97 ribu kendaraan di Indonesia sejak kami mulai membawa kendaraan EV pada tahun 2024," kata Luther di Bandung, Kamis.

Luther menilai tren pemakaian kendaraan listrik terus naik seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Capaian ini, menurutnya, jadi pendorong bagi BYD untuk terus mendukung pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

Khusus di Jawa Barat, BYD membukukan penjualan lebih dari 10.500 unit dengan pangsa pasar sekitar 50% dari total penjualan EV di provinsi tersebut. Luther menyebutkan respons masyarakat Jawa Barat terhadap produk BYD sejauh ini sangat positif.

Untuk memperkuat layanan ke konsumen, BYD kini memiliki lebih dari 15 jaringan penjualan di Jawa Barat.

"Ke depan kami akan terus mengembangkan jaringan agar akses masyarakat terhadap kendaraan listrik dan layanan kami semakin mudah," ujar Luther.

Dari sisi produk, Luther mengungkapkan dua model yang jadi andalan BYD di Indonesia yakni BYD Atto 1 dan BYD M6. Ia menjelaskan, BYD M6 menjadi salah satu model paling diminati lantaran dirancang khusus untuk kebutuhan pasar Indonesia sebagai kendaraan listrik jenis multi purpose vehicle (MPV) tujuh penumpang dengan harga kompetitif.

"Model M6 sendiri lahir dan didesain secara khusus untuk pasar Indonesia guna memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen di segmen MPV keluarga, ditopang dengan inovasi teknologi listrik," kata Luther.