Periskop.id – Pesepak bola Macarthur FC Luke Anthony Vickery resmi menjadi Warga Negara Indonesia setelah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Sydney, Australia, Kamis (16/7). Status tersebut membuka jalan bagi pemain berusia 20 tahun itu untuk memperkuat lini serang Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan, kehadiran Vickery diharapkan dapat membantu skuad Garuda mewujudkan target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan menjadi harapan masyarakat Indonesia.
"Saya berharap Luke bisa berjuang bersama dengan pemain timnas lain untuk bahu membahu mewujudkan keinginan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Masyarakat Indonesia, untuk tampil di Piala Dunia 2030," kata Supratman dalam upacara pengambilan sumpah Vickery.
Prosesi tersebut turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta, Wakil Duta Besar RI untuk Australia Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal RI di Sydney Pendekar Muda Leonard Sondakh.
Seusai resmi menyandang status WNI, Vickery menyampaikan komitmennya untuk berjuang bersama pemain lain apabila dipercaya membela Timnas Indonesia.
"Saya bersama tim siap membawa Indonesia tampil pada Piala Dunia 2030," katanya.
Lewati Proses Naturalisasi Sejak Awal 2026
Naturalisasi Vickery bermula dari usulan PSSI melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal 2026. Permohonan tersebut kemudian melewati pemeriksaan administrasi serta kajian Tim Pemeriksa dan Peneliti Pemberian Kewarganegaraan lintas kementerian.
Komisi X DPR menyetujui permohonan kewarganegaraan Vickery pada 15 Juni 2026. Persetujuan kemudian dibawa ke rapat paripurna DPR bersama permohonan naturalisasi Mitchell Lee Baker pada 30 Juni 2026 sebelum diteruskan kepada Presiden.
Vickery sebelumnya mengungkapkan bahwa membela Indonesia merupakan keinginan yang telah lama dimiliki keluarganya.
"Tentu saja, (naturalisasi) ini sudah menjadi impian saya sejak lama. Ini adalah momentum yang sangat emosional dan berarti bagi keluarga saya karena nenek saya lahir di sana (Indonesia)," kata Vickery ketika mengikuti rapat bersama Komisi X DPR secara virtual pada 15 Juni 2026.
Vickery memiliki darah Indonesia dari pihak ibunya, Cherie Claudine Vickery. Neneknya, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara. Pemain kelahiran Kailua, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005 itu sebelumnya pernah memperkuat tim nasional Australia U-19.
Cetak Tujuh Gol Bersama Macarthur FC
Berposisi sebagai pemain sayap, Vickery bergabung dengan Macarthur FC dari Western United pada September 2025. Ia dikenal memiliki kecepatan, pergerakan ofensif, serta kemampuan bermain melebar maupun menusuk ke area pertahanan lawan.
Pada musim 2025–2026, Vickery tampil dalam 30 pertandingan di A-League dan AFC Champions League Two. Ia membukukan tujuh gol dan tiga assist, kemudian memperoleh perpanjangan kontrak yang membuatnya bertahan di Macarthur FC hingga akhir musim 2027–2028.
Performa tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dan PSSI dalam memproses naturalisasinya. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir sebelumnya menjelaskan bahwa Vickery diproyeksikan memperkuat kedalaman skuad untuk sejumlah agenda, termasuk ASEAN Championship 2026, Piala Asia 2027, dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Vickery juga menilai kesempatan mengenakan seragam Merah Putih memiliki arti besar dalam perjalanan kariernya. "Bisa mewakili jutaan orang di sana (bersama Timnas Indonesia) jelas merupakan momen yang sangat istimewa," ujarnya.
Target menuju Piala Dunia 2030 menjadi agenda berikutnya setelah langkah Indonesia pada kualifikasi edisi 2026 terhenti di putaran keempat zona Asia. Pelatih Timnas Indonesia John Herdman juga telah menyatakan bahwa seluruh proses pembangunan skuad diarahkan untuk membawa Garuda lolos ke putaran final 2030.
Meski telah menjadi WNI, Vickery tetap harus bersaing dengan pemain lain untuk memperoleh tempat di tim nasional. Catatan penampilannya bersama Macarthur FC membuatnya berpeluang menambah pilihan di sektor sayap sekaligus menjadi bagian dari regenerasi skuad Garuda untuk empat tahun mendatang.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar