periskop.id - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono melaporkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Februari 2026 mencapai 1,16 juta kunjungan.
Ateng menjelaskan angka tersebut terdiri dari 1.036.000 kunjungan melalui pintu masuk utama dan 157.654 kunjungan melalui pintu masuk perbatasan. Secara bulanan, jumlah kunjungan wisman tercatat turun 2,42%. Namun, secara tahunan angka ini justru meningkat signifikan sebesar 13,37%.
"Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Februari tahun 2026 Total kunjungan Wisman mencapai 2.35 juta kunjungan atau meningkat 7.77 persen jika dibandingkan perihal yang sama di tahun 2025," kata Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4).
Ateng menyebut capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2021, menandakan pemulihan sektor pariwisata yang terus berlanjut.
"Ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2021 yang lalu," tambahnya.
Berdasarkan kebangsaan, wisatawan asal Tiongkok mencatat peningkatan paling signifikan dengan pertumbuhan 35,91%, didorong momentum libur panjang Tahun Baru Imlek 2026. Sementara itu, wisatawan asal Malaysia dan Singapura masih menjadi kontributor utama, meskipun secara bulanan mengalami penurunan.
"Nah peningkatan ini yaitu Wisman dari Tiongkok tadi yang meningkat 35.91 persen Didorong oleh efek liburan panjang tahun baru Imlek di tahun 2026 yang kita tahu bersama ini jatuh pada tanggal 17 Februari tahun 2026 Sehingga tentunya ini mendorong perjalanan wisatawan dari Tiongkok," terang Ateng.
Jika dilihat berdasarkan pintu masuk, Bandara Ngurah Rai menjadi gerbang utama kunjungan wisman, yang didominasi wisatawan asal Australia.
"Ini paling banyak masuk melalui Bandara Ngurah Rai. Kunjungan ini didominasi yang tadi bandara Ngurah Rai oleh wisatawan berkebangsaan dari Australia," Ateng mengakhiri.
Tinggalkan Komentar
Komentar