periskop.id - Presiden Prabowo Subianto memaparkan digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu instrumen negara untuk memperkecil kesenjangan akses pendidikan antardaerah. Dalam forum bisnis US Chamber of Commerce di Washington D.C., Amerika Serikat, Prabowo menyoroti pemanfaatan papan interaktif digital sebagai tulang punggung kebijakan tersebut.
Menurut Prabowo, kehadiran smart interactive flat panel atau papan interaktif di sekolah-sekolah bukan semata soal modernisasi perangkat belajar, melainkan upaya memastikan murid di wilayah terpencil memperoleh akses pembelajaran yang setara dengan sekolah di pusat-pusat perkotaan. Pemerintah, kata dia, menempatkan teknologi sebagai alat untuk menjembatani keterbatasan geografis dan distribusi tenaga pengajar.
“Sangat mengharukan ketika saya menerima pesan dari kepala sekolah di daerah terpencil di Papua yang mengatakan bahwa untuk pertama kalinya mereka merasakan perhatian seperti ini,” ujar Prabowo, dikutip dari Antara pada Jumat (20/2).
Hingga akhir Desember 2025, pemerintah mencatat lebih dari 288 ribu unit papan interaktif telah disalurkan ke sekolah-sekolah di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini, sebagian besar sekolah baru memiliki satu unit layar yang ditempatkan di ruang kelas tertentu, sehingga pemanfaatannya masih bersifat terbatas.
Prabowo menyebut pemerintah berencana menambah tiga unit layar tambahan di setiap sekolah. Seluruh materi kurikulum nasional juga telah diintegrasikan secara digital dan dirancang agar dapat diakses kapan saja, termasuk untuk mendukung pembelajaran jarak jauh.
Untuk menopang skema tersebut, pemerintah menyiapkan studio pembelajaran terpusat yang diisi oleh guru-guru pilihan. Melalui sistem daring, para pengajar ini diharapkan dapat menjangkau sekolah-sekolah di wilayah kepulauan dan pegunungan yang selama ini kekurangan tenaga pendidik.
“Kami memiliki studio pusat berisi guru-guru terbaik Indonesia yang mengajar melalui sistem jarak jauh. Inilah yang kami sebut digitalisasi pendidikan Indonesia, dan kami sangat serius menjalankannya,” kata Prabowo.
Selain sebagai sarana belajar, sistem digital ini juga membuka ruang pemantauan proses pendidikan secara real time dari pusat, mulai dari kehadiran guru hingga dinamika kelas. Prabowo mengklaim respons siswa, orang tua, dan tenaga pendidik terhadap program tersebut cenderung positif.
“Bagi saya, sangat mengharukan melihat hasil cepat dari program tersebut. Ke depan, kami mulai melihat hasilnya dan akan terus melanjutkan berbagai reformasi lainnya,” ucapnya.
Pemerintah menargetkan seluruh ruang kelas di Indonesia telah dilengkapi papan interaktif digital sebelum akhir masa jabatan Presiden Prabowo pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari agenda besar transformasi pendidikan yang bertumpu pada pemanfaatan teknologi.
Tinggalkan Komentar
Komentar