banner-sheroes-yoga
Pendidikan

Panitia SNPMB Buka Alasan Pengumuman UTBK Butuh 20 Hari Setelah Tes Selesai

Panitia SNPMB ungkap proses penilaian UTBK yang terbagi dua tahap terpisah jadi alasan pengumuman baru bisa keluar 20 hari setelah tes usai.

Cara Cek Hasil SNBP 2026 Hari Ini: Daftar Link Resmi dan 44 Link Mirror
Seorang peserta mencari informasi hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 menggunakan gawainya di Jakarta, Rabu (28/5/2025). Berdasarkan data Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), sebanyak 253.421 peserta lolos seleksi UTBK SNBT 2025 dari jumlah peserta UTBK SNBT 2025 sebanyak 860.976 orang. ANTARA FOTO/Fathul Habib Sholeh/rwa. (ANTARA/FATHUL HABIB SHOLEH)
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, mengungkap alasan di balik jeda hampir sebulan antara pelaksanaan UTBK dan pengumuman hasilnya. Proses penilaian yang terbagi dalam dua tahap, yakni scoring dan pembobotan, menjadi faktor utama lamanya waktu yang dibutuhkan.

Eduart memaparkan, kedua tahap tersebut dikerjakan oleh tim yang benar-benar terpisah. Tim scoring disebut sama sekali tidak mengetahui identitas peserta yang sedang dinilai.

“Pelaksanaan UTBK terakhir tanggal 2 Mei, pengumumannya 25 Mei. Kami butuh 20 hari. Jawaban pertama, kenapa harus April dilaksanakan? Karena harus setelah kelulusan. Peserta UTBK adalah lulusan SMA, jadi tidak mungkin kami tarik ke Maret,” jelas Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI, disiarkan melalui YouTube TVR Parlemen, Jumat (5/6).

Ia melanjutkan, pihaknya telah berupaya memadatkan jadwal agar seluruh proses berlangsung seefisien mungkin. Sebanyak 871.496 peserta pada 2026 tuntas mengikuti tes pada 2 Mei, dan hasilnya diumumkan 23 hari kemudian.

“Makanya pelaksanaan UTBK ini sudah kami padatkan. Sebanyak 871.496 peserta UTBK 2026 selesai tanggal 2 Mei, pengumuman 25 Mei. Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot,” tambahnya.

Seusai seluruh sesi tes rampung, panitia SNPMB terlebih dahulu melakukan validasi ulang jawaban per soal sebelum masuk ke tahap scoring. Proses ini dirancang agar penilaian berjalan tanpa celah manipulasi.

Eduart, yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia (MRPTNI), menegaskan mekanisme tersebut menutup rapat peluang kecurangan. Pembobotan selanjutnya dikerjakan tim berbeda berdasarkan peringkat, tanpa mengetahui detail identitas peserta dari tahap sebelumnya.

“Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa yang saya periksa. Yang pasti skornya sekian, baru kemudian dicocokkan ke tim pembobotan. Itu tim yang berbeda,” kata Eduart.

Sebagai bukti integritas sistem tersebut, ia mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Ketua penanggung jawab soal UTBK disebut memiliki dua putra yang ikut SNBT tahun ini, namun keduanya dinyatakan tidak lulus meski soal-soal ujian ada di rumah sang ayah.

“Bahkan, Ibu-Bapak, saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah keduanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya. Bahkan kemarin beberapa rektor sempat galau ketika anak mereka tidak lulus,” ungkapnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Komisi X DPR RI, SNPMB, SNBT, PTN, dan mahasiswa dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.