periskop.id - Beasiswa YES (Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study) adalah program pertukaran pelajar yang didanai Pemerintah Amerika Serikat dan terbuka bagi siswa sekolah menengah dari seluruh Indonesia. Setiap tahunnya, program ini diperebutkan sekitar 7.000 pendaftar, namun hanya 50 hingga 80 orang yang akhirnya terpilih sebagai penerima beasiswa.

Program ini memungkinkan pelajar Indonesia tinggal bersama host family, bersekolah di sekolah umum (public school) Amerika Serikat selama 10 bulan, sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat. Pada tahun 2025-2026, sebanyak 48 peserta dari Indonesia baru saja menuntaskan program ini dan kembali ke Tanah Air.

Advertisement

Siapa Saja yang Bisa Mendaftar Beasiswa YES?

Beasiswa YES terbuka bagi siswa SMA dan sederajat, mencakup SMK, madrasah, hingga pesantren di seluruh Indonesia. Tidak ada batasan jenis sekolah, baik negeri maupun swasta.

Yang menarik, program ini secara aktif menjangkau pelajar dari berbagai wilayah, mulai dari Aceh hingga Papua. Yayasan Bina Antarbudaya sebagai penyelenggara di Indonesia memiliki 20 chapter yang tersebar di berbagai daerah untuk memastikan akses pendaftaran tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Ketua Dewan Yayasan Bina Antarbudaya Asmir Agoes menerangkan bahwa program YES mempertemukan pelajar Indonesia dengan masyarakat Amerika Serikat, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antardaerah di dalam negeri. "Kami memiliki 20 chapter di seluruh Indonesia yang mencakup wilayah Indonesia barat dan timur," ujarnya dalam acara penyambutan kepulangan peserta YES 2025-2026 di Hotel Gren Alia Jakarta, Senin (8/6/2026).

Bagaimana Proses Seleksi Beasiswa YES?

Seleksi dilakukan secara nasional dengan melibatkan jaringan 20 chapter Bina Antarbudaya. Sosialisasi program dijalankan melalui sekolah, media sosial, webinar, serta jaringan lebih dari 1.650 alumni yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.

Program Manager Bina Antarbudaya Sari Tjakrawiralaksana menjelaskan bahwa representasi daerah menjadi salah satu pertimbangan dalam proses seleksi. Pihaknya memastikan peserta yang lolos tidak hanya berasal dari kota-kota besar. "Kita kan pengennya representasi dari minimal 20 chapter di Indonesia itu represented," tuturnya.

Dari sekitar 7.000 pendaftar setiap tahun, seleksi akan menyaring hingga sekitar 100 finalis yang kemudian mengikuti tahapan seleksi nasional. Dari finalis tersebut, hanya 50 hingga 80 peserta yang akhirnya ditetapkan sebagai penerima beasiswa.

Sari menambahkan bahwa selama lebih dari dua dekade pelaksanaannya, program YES telah memberangkatkan siswa dari beragam latar belakang pendidikan. "Jadi kita sudah memberangkatkan siswa-siswa dari sekolah negeri, sekolah swasta, madrasah, dan pesantren dari seluruh Indonesia," ungkapnya.

Pengalaman Selama Program YES di Amerika Serikat

Selama 10 bulan di Amerika Serikat, peserta bersekolah di public school setempat, yakni sekolah menengah umum yang lazim terlihat dalam berbagai serial maupun film Amerika. Mereka juga tinggal bersama keluarga angkat dan terlibat langsung dalam kehidupan sosial komunitas lokal.

Para peserta ditempatkan di 50 negara bagian Amerika Serikat, sehingga pengalaman yang diperoleh masing-masing pelajar bisa sangat beragam tergantung lokasi penempatan.

Peran Alumni YES Setelah Kembali ke Indonesia

Program YES telah berjalan selama 23 tahun dan menghasilkan hampir 2.000 alumni di Indonesia. Jaringan alumni ini berperan besar dalam menyebarkan informasi program kepada calon pendaftar baru melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan kegiatan di sekolah.

Setelah kembali ke daerah asal, para alumni diharapkan aktif membagikan pengalaman mereka kepada lingkungan sekitar. "Mereka diharapkan balik lagi ke sekolahnya masing-masing, minimal mereka bisa menyebarkan pengalaman yang mereka peroleh selama program, dan menjadikan inspirasi juga buat temen-temennya, buat adik kelasnya," papar Sari.

Bagi pelajar SMA dan sederajat yang berminat, memantau informasi resmi dari Yayasan Bina Antarbudaya dan mengikuti sosialisasi yang diadakan di berbagai chapter daerah adalah langkah awal yang tepat untuk tidak melewatkan periode pendaftaran.