Periskop.id – Sebanyak 107 dari total 170 paket pekerjaan dan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara tercatat telah selesai hingga pertengahan Juli 2026. Berdasarkan penjumlahan data Otorita IKN, sebanyak 34 proyek lainnya masih dalam tahap konstruksi, sedangkan 29 proyek berada pada tahap persiapan lelang atau prakarsa Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menegaskan, percepatan pembangunan menuju target Nusantara sebagai ibu kota politik pada 2028 tidak boleh mengorbankan mutu pekerjaan, keselamatan pekerja, maupun kelestarian lingkungan.

"K3 kita harus lebih ketat lagi. Kecelakaan bisa saja terjadi, tetapi harus kita minimalkan. Kita bekerja cepat, tetapi tetap aman dan nyaman. Target kita adalah 2028. Tiga pilar pembangunan IKN tetap menjadi pegangan, yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujar Basuki.

Otorita IKN secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi bersama kementerian dan lembaga, investor, kontraktor, konsultan, serta manajemen konstruksi induk. Evaluasi dilakukan untuk memeriksa kemajuan proyek sekaligus menyelesaikan kendala yang dapat menghambat target pembangunan.

Rincian 170 Proyek IKN

Dari APBN yang dikelola langsung Otorita IKN, terdapat 40 paket pekerjaan fisik. Sebanyak sembilan paket telah selesai pada 2025, 15 paket masih dikerjakan, dan 16 paket sedang dipersiapkan untuk proses lelang.

Pekerjaan yang masih berjalan mencakup pembangunan gedung perkantoran, kawasan legislatif dan yudikatif, jalan, embung, kolam retensi, serta jaringan perpipaan air minum untuk mendukung layanan dasar perkotaan.

Kementerian Pekerjaan Umum menangani bagian terbesar dengan 90 paket pekerjaan. Dari jumlah tersebut, 78 paket telah rampung dan 12 paket masih dalam tahap konstruksi.

Sejumlah proyek yang belum selesai antara lain Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, dan beberapa ruas jalan pendukung.

Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah selesai, sedangkan satu paket masih dikerjakan berupa rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang terdampak penataan kawasan IKN.

Sembilan Proyek Swasta Telah Selesai

Pembangunan Nusantara juga melibatkan investasi swasta. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Otorita IKN.

Dari 15 proyek investasi swasta, sembilan telah selesai dibangun dan enam lainnya memasuki tahap konstruksi. Proyek tersebut antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, apartemen, dan kawasan campuran.

Adapun melalui skema KPBU terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas tujuh proyek hunian dan enam proyek jalan. Skema tersebut belum masuk perhitungan proyek yang telah selesai maupun sedang dikonstruksi.

Dalam waktu dekat, pembangunan melalui KPBU akan dimulai untuk 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk dan delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.

Pembangunan tahap kedua IKN mendapat dukungan APBN sebesar Rp48,8 triliun untuk periode 2025–2029. Anggaran tersebut terutama diarahkan untuk menyelesaikan kawasan legislatif, yudikatif, hunian, dan infrastruktur pendukung agar Nusantara dapat berfungsi sebagai ibu kota politik pada 2028.

Reuters mencatat keseluruhan proyek pemindahan ibu kota diperkirakan bernilai sekitar 32 miliar dolar AS. Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan keberlanjutan proyek tersebut saat melakukan kunjungan pertamanya ke Nusantara sebagai presiden pada Januari 2026.

Sebelumnya, pada 13 Januari 2026, Basuki menyatakan percepatan pembangunan telah memiliki landasan kebijakan yang jelas.

"Kunjungan kerja ini menegaskan kuatnya komitmen pemerintah dalam memastikan percepatan pembangunan Nusantara berjalan sesuai dengan amanah Perpres 79/2025," serunya.

Dengan 63 proyek dan paket pekerjaan yang masih berada pada tahap konstruksi maupun persiapan, Otorita IKN menghadapi tantangan mengejar tenggat 2028 sekaligus memastikan hasil pembangunan tetap memenuhi standar keselamatan, kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.