Periskop.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur berhasil memenuhi target penyerapan gabah petani tahun ini. Hingga Sabtu (11/7), realisasi pengadaan sudah mencapai 884.559 ton setara beras, atau 100% dari target yang dipatok.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari persiapan yang sudah dilakukan sejak awal tahun. Ia menyebut sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan turut jadi kunci keberhasilan ini.

"Capaian luar biasa ini tidak lepas dari dukungan penuh Pemprov Jawa Timur, pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga jajaran TNI-Polri dan Tim Jemput Gabah Bulog di lapangan," kata Langgeng di Surabaya, Senin (13/7).

Target pengadaan itu, menurutnya, sudah terpenuhi sejak pertengahan tahun berkat sejumlah langkah strategis. Ia merinci, langkah tersebut meliputi penyediaan anggaran pembelian Gabah Kering Panen (GKP), pembentukan Tim Jemput Gabah, serta kesiapan mitra maklon untuk mengolah GKP milik petani.

Meski target sudah tercapai, Bulog Jatim memastikan penyerapan gabah petani tidak berhenti di situ. Langgeng menegaskan proses penyerapan akan tetap berjalan demi menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

"Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani untuk menjaga harga di tingkat petani tetap berada pada level yang menguntungkan," ujar Langgeng.

Langkah lanjutan itu dinilai penting agar harga gabah petani tidak jatuh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Dengan begitu, keuntungan petani tetap terjaga meski musim panen sudah melewati puncaknya.

Selain beras, Bulog Jatim juga terus mendorong penyerapan Jagung Pipil Kering (JPK). Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi pengadaan jagung baru mencapai 50.727 ton, atau 50,73% dari target tahun ini.

Langgeng menyebut tren penyerapan jagung berpotensi terus naik seiring datangnya puncak musim panen komoditas tersebut di Jawa Timur.

Realisasi penyerapan beras dan jagung ini menjadi indikator kinerja Bulog Jatim dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus stabilitas harga di tingkat petani sepanjang tahun ini.

"Perum Bulog Jatim optimistis tren penyerapan jagung akan terus meningkat seiring dengan masuknya puncak musim panen komoditas tersebut di wilayah Jawa Timur," katanya.