Periskop.id - Kekuatan maritim Indonesia kembali mendapat suntikan energi baru. Kapal Tempur Multiguna kedua milik TNI Angkatan Laut (TNI AL), KRI Prabu Siliwangi (321), dilaporkan telah tiba di tanah air pada Minggu (22/3/2026). 

Kapal jenis Kapal Patroli Lepas Pantai (Pattugliatore Polivalente d’Altura atau PPA) ini bersandar di Pangkalan Angkatan Laut Lampung, ujung selatan Pulau Sumatra, setelah menempuh perjalanan lintas benua dari Italia.

Rute Unik Melintasi Tanjung Harapan

Perjalanan KRI Prabu Siliwangi menuju Indonesia dimulai sejak Rabu (11/2/2026), dari Pangkalan Angkatan Laut La Spezia, Italia. Menariknya, kapal ini menempuh rute yang berbeda dari kapal saudaranya, KRI Brawijaya (320), yang merupakan PPA pertama milik Indonesia.

Jika KRI Brawijaya melintasi Terusan Suez, KRI Prabu Siliwangi justru memilih jalur mengelilingi benua Afrika melalui Tanjung Harapan. Dalam misi pelayaran panjang tersebut, kapal tempur ini sempat singgah di beberapa negara, antara lain Maroko, Nigeria, Afrika Selatan, dan Mauritius.

Meskipun belum ada penjelasan resmi mengenai pemilihan rute ini, para pengamat menilai faktor geopolitik dan pertimbangan keamanan di kawasan Timur Tengah menjadi alasan utama. 

Keputusan untuk menghindari jalur Laut Merah dan Teluk Aden kemungkinan besar diambil guna menjauhkan kapal dari risiko gangguan keamanan yang sedang terjadi di wilayah tersebut.

Penyambutan di Selat Sunda

Memasuki perairan Indonesia, KRI Prabu Siliwangi disambut dengan hangat di Selat Sunda oleh KRI Bung Karno (369). Sebagai informasi, KRI Bung Karno merupakan korvet buatan dalam negeri yang telah diluncurkan sejak April 2023. Sinergi kedua kapal ini menandai momentum penting bagi modernisasi alutsista laut Indonesia.

Sesuai dengan tradisi penamaan kapal perang Indonesia, KRI Prabu Siliwangi diambil dari nama raja legendaris dalam sejarah nusantara. Saat ini, kapal tersebut berada di bawah komando Kolonel Kurniawan Koes Atmadja. Ia merupakan perwira berpengalaman yang sebelumnya pernah memimpin unit penting lainnya, seperti korvet SIGMA 9113 KRI Sultan Iskandar Muda (365) dan korvet kelas Bung Tomo, KRI John Lie (358).

Kesiapan Tempur dan Spesifikasi Canggih

Sebelum berlayar ke Indonesia, KRI Prabu Siliwangi telah diresmikan pada Senin (22/12/2025) di galangan kapal Fincantieri, Muggiano, La Spezia. Kapal ini juga telah melewati serangkaian uji coba laut di Italia guna memastikan seluruh sistem berfungsi optimal.

Beberapa pengujian penting yang dilakukan meliputi latihan penembakan langsung (live firing) menggunakan meriam utama Oto Melara 127 mm dan meriam 76 mm Sovraponte. Teknologi ini menempatkan KRI Prabu Siliwangi sebagai salah satu aset tempur yang sangat diperhitungkan di kawasan.

Kedepannya, TNI AL berencana untuk meningkatkan kemampuan kedua kapal PPA ini ke dalam konfigurasi tempur penuh. Program peningkatan ini mencakup kemungkinan pemasangan sistem rudal lengkap, termasuk rudal Aster 30. Proses integrasi sistem persenjataan tersebut rencananya akan dilakukan di dalam negeri untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional.