periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Selasa 9 Desember 2025 berpotensi lanjutkan penguatan ke level 8.800. IHSG ditutup menguat di level 8,710.7 atau naik 0,90% pada perdagangan Senin (8/12).
IHSG sebelumnya sempat mencapai rekor intraday tertinggi baru di 8,720. Saham sektor kesehatan membukukan kenaikan terbesar, sedangkan sektor industrial menjadi satu-satunya sektor yang melemah. Rupiah ditutup melemah pada level Rp16,695 per US$ di pasar spot (8/12).
“Secara teknikal, indikator MACD dan Stochastic RSI masih mengindikasikan peluang penguatan IHSG akan berlanjut, serta didukung oleh kenaikan volume beli. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level 8.750-8.800,” ulas Tim RIset Phintraco Sekuritas, Selasa (9/12).
Beberapa saham pilihan Phintraco Sekuritas yang menarik dicermati hari ini, antara lain HRUM, INDY, BUMI, INKP dan INCO.
Dari dalam negeri, penjualan sepeda motor domestik tumbuh 2.1% YoY di November 2025, setelah tumbuh 8.4% YoY di Oktober 2025. Namun secara bulanan, penjualan sepeda motor turun 11.3% MoM di November 2025 dari naik 4.1% MoM di Oktober 2025.
Untuk periode Januari-November 2025, penjualan sepeda motor nasional tumbuh 0.4% YoY dibandingkan periode sama tahun 2024, atau mencapai sekitar 89%-93% dari target AISI tahun ini sekitar 6.4 juta hingga 6.7 juta unit.
“Penjualan sepeda motor yang membukukan pertumbuhan menjelang akhir tahun ini, mengindikasikan daya beli masyarakat yang mulai membaik sejalan dengan adanya penurunan suku bunga dan paket stimulus dari pemerintah,” tulis riset tersebut.
Selanjutnya investor akan menantikan data Indeks Keyakinan Konsumen bulan November yang diperkirakan naik di level 122 dari 121.2 di Oktober 2025 (9/12). Data penjualan ritel Oktober diperkirakan tumbuh 4% YoY dari 3.7% YoY di September 2025 (10/12). Dari AS, investor akan menantikan data JOLTs Job Openings bulan September dan Oktober 2025 (9/12).
Sementara Indeks di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin (8/12). Investor cenderung bersikap hati-hati menjelang pertemuan the Fed pada Selasa-Rabu waktu AS pekan ini, meskipun diperkirakan the Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3.75%.
Indeks PCE prices yang sesuai estimasi dikombinasikan dengan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja dan belanja konsumen yang rapuh, telah memperkuat alasan bagi the Fed melonggarkan kebijakan moneternya. Saat ini peluang penurunan suku bunga the Fed pada pekan ini sekitar 88%, menurut FedWatch CME.
“Investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi the Fed pada tahun depan serta peluang penurunan suku bunga berikutnya. Sentimen saham terbebani oleh imbal hasil Treasury tenor 10 tahun yang terus menguat,” tulis riset yang sama.
Indeks acuan ini telah bergerak naik bulan ini meskipun ada kemungkinan the Fed akan memangkas suku bunga pekan ini karena investor khawatir tentang kondisi inflasi di tahun depan dan apakah bank sentral akan mampu melanjutkan pelonggaran kebijakan ke depannya.
U.S. 10-year Bond Yield naik lebih dari 2 bps ke level 4.168%. Harga emas spot melemah 0.2% ke level US$4,189/troy oz (8/12), menantikan hasil pertemuan the Fed pekan ini. Harga minyak mentah turun pada Senin (8/12) karena investor memantau perundingan yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang di Ukraina, serta menjelang pertemuan the Fed.
Tinggalkan Komentar
Komentar