periskop.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membentuk Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia guna mengawal delapan rencana aksi pembenahan secara menyeluruh.
Nantinya, OJK akan menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta jajaran Self-Regulatory Organization (SRO).
"Akan ada satgas reformasi integritas pasar modal Indonesia yang berisi OJK kemudian menggandeng Kemenko Perekonomian dan juga rekan-rekan dari SRO," kata Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi saat konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (20/2).
Jajaran SRO pendukung satgas ini mencakup tiga instansi utama penggerak pasar modal. Ketiga pilar tersebut meliputi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Otoritas juga tidak menutup pintu bagi pelibatan instansi pemerintahan lainnya ke dalam tim. Keterlibatan kementerian atau lembaga negara luar akan dipertimbangkan sesuai dinamika kebutuhan pengawasan di lapangan.
"Kemungkinan kementerian lembaga lain masuk akan terbuka," ucap perempuan yang akrab disapa Kiki tersebut.
Pembentukan satuan tugas gabungan ini memiliki sasaran operasional yang sangat krusial. Regulator ingin mengembalikan kepercayaan para pemodal sekaligus memperkuat fondasi integritas bursa domestik.
"Intinya nanti ini mengawal delapan rencana aksi yang kita sampaikan terkait dengan reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Jadi ini (satgas) akan memantau. Nanti kami akan memimpin bersama dengan teman-temannya lainnya," jelasnya.
Tim khusus memprioritaskan delapan langkah strategis sebagai fokus pengawasan utama. Poin perdana menyasar peningkatan batas minimum free float atau saham beredar emiten menjadi 15%.
Langkah kedua dan ketiga mencakup penguatan peran strategis investor institusi domestik. Otoritas juga menuntut transparansi penuh terkait kepemilikan Ultimate Beneficial Owner (UBO).
Agenda selanjutnya mendorong proses demutualisasi BEI demi penyegaran tata kelola. Kebijakan ini beriringan dengan penegakan sanksi tegas terhadap pelanggaran serta peningkatan kualitas internal para emiten.
OJK turut merencanakan pendalaman pasar melalui skema sinergi lintas otoritas keamanan finansial. Kolaborasi berkelanjutan bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah pamungkas dari rancangan aksi tersebut.
Regulator berkomitmen melaporkan setiap kemajuan rencana pembenahan ini kepada publik secara berkala. Laporan transparan tersebut akan merangkum detail aspek likuiditas, penegakan hukum, hingga kelancaran sinergi antarlembaga.
Tinggalkan Komentar
Komentar