periskop.id - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan harus tetap optimis menghadapi tantangan pasar modal Indonesia menyusul eskalasi serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menciptakan gejolak di kawasan energi global, tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

"Kita tentunya harus tetap optimis kalau berhadapan dengan market, walaupun situasinya sedang menghadapi tekanan," ucapnya kepada awak media saat ditemui di Gedung BEI,Selasa (3/3).

Misbakhun menekankan, optimisme itu bukan sekadar harapan kosong, melainkan didasarkan pada upaya fundamental restrukturisasi pasar modal yang telah dilakukan secara serius.

Regulasi mengenai free float,keterbukaan Ultimate Beneficial Ownership (UBO), dan berbagai perbaikan struktural lainnya telah diterapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) kata dia menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pasar, meningkatkan kepercayaan investor, serta memastikan return yang kompetitif bagi para pemodal.

Selain itu, menurut Misbakhun penguatan tata kelola pasar ini juga menjadi strategi untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik dan geokonomi dunia.

"Upaya restrukturisasi yang sangat fundamental, perbaikan-perbaikan dilakukan dengan sangat bagusdalam banyak aturan dan regulasi," jelasnya.

Dengan mekanisme pasar yang lebih transparan, investor domestik dan asing akan semakin percaya dan terdorong untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Mudah-mudahan pasar modal Indonesia ini menjadi pasar modal yang kuat karena bisa memberikan imbal balik return kepada para investornya," tambahnya.

Ditengah tekanan pasar oleh isu sentimen global dan arus keluar dana investor, ia berharap pasar modal Indonesia segera kembali ke jalur positif.

"Harapan saya, tentu pasar modal Indonesia tidak hanya kembali menguat," terangnya.