periskop.id - Biaya pemungutan pajak Indonesia tercatat hanya 0,84% selama enam tahun terakhir. Angka ini menempatkan Indonesia lebih efisien dibanding China, India, maupun Filipina.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto memaparkan, capaian tersebut bersumber dari data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Ia menegaskan posisi Indonesia yang unggul secara regional itu mencerminkan efisiensi operasional otoritas pajak dalam menghimpun penerimaan negara.
"Ini masih lebih rendah dibandingkan dengan China, India dan Filipina yang masih berada di kisaran antara 0,90-1,90 persen," ujar Bimo dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (15/6).
Secara rinci, China mencatatkan cost of tax collection sebesar 0,90%. India jauh lebih tinggi di angka 1,40%, sementara Filipina membukukan yang tertinggi di antara ketiganya, yakni 1,90%.
Cost of tax collection sendiri merujuk pada biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah melalui Ditjen Pajak untuk memungut pajak dari masyarakat. Semakin rendah angkanya, semakin sedikit anggaran yang terpakai untuk setiap rupiah pajak yang berhasil dikumpulkan.
Bimo menilai, efisiensi ini bukan terjadi begitu saja. Menurutnya, ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya kepatuhan pajak masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Faktor lain yang turut mendorong penurunan biaya operasional tersebut, menurut Bimo, adalah digitalisasi serta perkembangan sistem perpajakan terpadu yang dibangun Ditjen Pajak secara bertahap.
Dalam forum yang sama, Bimo juga menyampaikan data terkait efisiensi anggaran internal lembaganya. Gap rasio anggaran Ditjen Pajak terhadap penerimaan pajak sepanjang 2021 hingga 2026 tercatat turun hingga 0,47%.
Penurunan gap rasio itu, menurut Bimo, menjadi indikator tambahan bahwa pengelolaan anggaran Ditjen Pajak kian proporsional terhadap hasil penerimaan yang dikumpulkan.
Pernyataan Bimo disampaikan di hadapan anggota Komisi XI DPR RI, komisi yang membidangi keuangan negara dan perbankan. Data perbandingan regional tersebut menjadi salah satu poin yang disoroti dalam rapat kerja tersebut.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar