periskop.id - Dibukanya informasi terkait kepemilikan saham di atas 1% oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sejak 3 Maret 2026 lalu kembali membuka peta kepemilikan sejumlah tokoh besar di pasar modal Indonesia.
Sejumlah nama pengusaha papan atas hingga figur publik tercatat memiliki porsi saham signifikan di berbagai emiten. Salah satu nama yang muncul adalah Sandiaga Salahuddin Uno, pengusaha sekaligus politikus yang pernah menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada periode 2020–2024.
Pria kelahiran Pekanbaru, Riau, pada 28 Juni 1969 ini memang dikenal luas sebagai figur yang sukses di dunia bisnis sebelum terjun ke politik. Selain dikenal karena kiprahnya di pemerintahan, Sandiaga juga kerap menjadi sorotan publik berkat citra dirinya yang karismatik serta portofolio investasinya yang besar di berbagai sektor usaha. Di balik panggung politik maupun industri, ia juga aktif membangun portofolio investasi yang kuat di pasar modal.
Melansir dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, Sandiaga tercatat memiliki kepemilikan saham di sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia.
Porsi terbesar kepemilikannya berada di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Melalui perusahaan investasi tersebut, Sandiaga menguasai sekitar 2.917.827.145 saham atau setara dengan 21,51% dari total saham beredar. Berikutnya, ia juga tercatat memiliki saham di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebanyak 611.849.202 lembar saham atau sekitar 2,08% kepemilikan.
Tak hanya itu, Sandiaga juga mengoleksi saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan jumlah 159.027.175 saham, yang setara dengan 2,04% dari total saham perusahaan.
Di sisi lain, nama konglomerat kondangan Prajogo Pangestu juga mendominasi daftar pemegang saham besar di sejumlah emiten strategis.
Melalui berbagai entitas usahanya, Prajogo tercatat memiliki porsi kepemilikan sangat dominan di PT Barito Pacific Tbk(BRPT). Ia menggenggam 66.910.030.165 lembar saham yang setara dengan 71,37% kepemilikan perusahaan tersebut.
Dominasi Prajogo juga terlihat di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Di perusahaan tambang tersebut, ia menguasai sekitar 94.541.950.000 saham atau 84,10% dari total kepemilikan. Kemudian, Prajogo juga tercatat mengoleksi saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan porsi 5,03%, setara dengan 4.354.382.164 lembar saham.
Tinggalkan Komentar
Komentar