periskop.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut tengah menghadapi kesulitan untuk menembus level tinggi mengingat berbagai sentimen global yang masih menggelayut. Hal ini ditambah momentum jelang libur panjang Idul Fitri yang membuat banyak investor memilih untuk mengurangi eksposur portofolio demi menghindari gejolak pasar saat mereka tidak aktif.
Secara teknikal, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata mencermati level resistance IHSG terdekat berada di 7.334 menjadi titik krusial jika berhasil ditembus. Namun, IHSG berpotensi menguat lebih lanjut, namun bila gagal, tekanan jual bisa memaksa indeks kembali menurun menuju area support sebelumnya di 7.156-7.120.
"Jika jebol maka IHSG mungkin terpaksa balik lagi ke Support previous Low 7156-7120," ulas Liza dalam riset hariannya Jumat (13/3).
Di tengah pergerakan pasar yang dinamis, beberapa saham unggulan terlihat menawarkan peluang menarik bagi investor. ADRO misalnya, menunjukkan potensi buy di kisaran 2.440–2.500, dengan target harga 2.580-2.650. Level support berada di 2.400-2.440, sementara cut loss disarankan di 2.380 untuk menjaga risiko.
Sementara itu, ESSA juga menarik untuk diperhatikan, dengan entry buy di 735-755, target harga di 780-805, support di 725-735, dan cut loss di 715.
Sedangkan ICBP menawarkan area entry 7.375-7.575, target 7.825-8.050, support 7.275-7.375, dan cut loss di 7.225. Terakhir, LSIP menjadi opsi buy di 1.260-1.295, dengan target harga di 1.335-1.375, support 1.245-1.260, dan cut loss di 1.235.
Tinggalkan Komentar
Komentar