periskop.id - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pembelian saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tidak bermasalah selama dilakukan sesuai mekanisme pasar. Pagi ini, saham BBCA tercatat menguat 1,7% ke level Rp5.750 per lembar.

Dasco menyebut BCA sebagai salah satu perusahaan swasta nasional yang bersifat strategis. Karena statusnya itu, ia menilai akuisisi saham bank tersebut sah-sah saja selama mengikuti ketentuan pasar modal yang berlaku.

Advertisement

"Kalau Bank BCA sepanjang dilakukan dengan mekanisme pasar, apalagi saat ini kan sahamnya sedang lumayan agak murah, dibeli aja," ujar Dasco di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/6).

Pernyataan itu disampaikan Dasco di tengah kondisi pasar saham yang kurang bergairah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi yang sama justru dibuka di zona merah.

Berdasarkan data RTI, IHSG pada pukul 09.10 WIB berada di level 5.889,29, melemah 0,22% atau turun 13,07 poin. Indeks sempat bergerak di kisaran level 5.850,57 sebagai titik terendah dan 5.929,55 sebagai titik tertinggi, dengan posisi pembukaan di 5.899,26.

Volume transaksi tercatat sebanyak 3,60 miliar saham dengan turnover Rp2,14 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 259.927 kali.

Dari sisi pergerakan saham secara keseluruhan, 226 saham menguat, 297 saham terkoreksi, dan 191 saham bergerak stagnan.

Di antara empat emiten big bank, BBCA tercatat sebagai yang paling positif pergerakannya pada perdagangan pagi itu. Penguatan ini yang turut menjadi dasar pernyataan Dasco soal harga saham BCA yang dinilainya sedang relatif terjangkau.

Dasco menekankan, selama proses pembelian berjalan sesuai regulasi pasar modal, pihaknya tidak melihat adanya hambatan dari sisi aturan maupun prinsip.

"Dengan termasuk swasta nasional yang strategis, sepanjang itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu nggak ada masalah menurut saya. Silakan aja dibeli," tuturnya.