periskop.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rata-rata nilai transaksi harian saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap tinggi, mencapai Rp20,66 triliun hingga Maret 2026. Angka ini mencerminkan minat investor yang masih terjaga di tengah volatilitas pasar.

"Aktivitas transaksi saham misalnya, tercatat masih terus menunjukkan angka yang solid dan tinggi, dengan rata-rata nilai transaksi harian itu sudah ada di angka Rp20,66 triliun selama bulan Maret 2026,” ucap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/4).

Selain itu, Hasan mengatakan likuiditas pasar juga dinilai stabil. Hal ini tercermin dari rentang bid-ask spread yang berada di level 1,55 kali, menunjukkan kondisi pasar yang tetap efisien.

Di sektor industri reksa dana, pertumbuhan juga masih berlanjut. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat mencapai Rp695,71 triliun atau tumbuh 3,02% secara year to date (YTD).

“Kalau dilihat industri reksa dana misalnya, di tengah-tengah kondisi ini pun masih tercatat tumbuh, dengan NAB yang mencapai angka Rp695,71 triliun atau masih tercatat naik sebesar 3,02% secara year to date,” lanjut Hasan.

Tak hanya itu, fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan juga tetap berjalan. Hingga akhir Maret 2026, total penghimpunan dana korporasi telah mencapai Rp51,96 triliun.

"Kondisi ini menunjukkan meskipun IHSG mengalami tekanan, fundamental aktivitas pasar dan partisipasi investor masih cukup kuat," tegas Hasan.

Dengan demikian, Hasan menilai ketahanan ini menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasar ke depan, sekaligus memperkuat kepercayaan investor di tengah ketidakpastian global.