Periskop.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan jumlah hewan kurban yang disalurkan pada Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, total hewan kurban yang didistribusikan melalui Pemprov DKI mencapai 210 ekor sapi dan 10 ekor kambing, meningkat dibanding tahun lalu yang hanya sebanyak 160 ekor sapi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, peningkatan jumlah hewan kurban tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat ibadah kurban bagi masyarakat Jakarta.
"Kalau tahun lalu Pemprov DKI menyalurkan 160 ekor sapi, tahun ini menjadi 210 ekor sapi dan 10 kambing. Rinciannya, 160 sapi dari BUMD, 44 sapi dari Baznas Bazis, serta 6 sapi dari HIPMI,” kata Rano saat ditemui di Jakarta Timur, Selasa (26/5).
Selain memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar, Pemprov DKI juga menyiapkan pengawasan kesehatan hewan secara ketat. Sebanyak 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan daging kurban diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah penyembelihan.
Rano meminta seluruh petugas menjalankan tugas secara teliti, agar hewan yang disembelih benar-benar memenuhi standar kesehatan dan aman dikonsumsi masyarakat.
Ia menegaskan pemeriksaan dilakukan pada tahap ante-mortem atau sebelum penyembelihan serta post-mortem setelah hewan dipotong.
Selain itu, petugas diminta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi penyakit atau pelanggaran agar penanganan bisa dilakukan cepat bersama perangkat wilayah dan instansi terkait.
"Saya meyakini bahwa pelayanan terbaik kepada masyarakat juga tercermin dari bagaimana kita menjaga pelaksanaan ibadah kurban ini dengan baik. Kurban bukan sekadar proses penyembelihan hewan, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, kebersamaan, dan rasa aman bagi warga," ungkap Rano.
Limbah Kurban
Tak hanya fokus pada kesehatan hewan, Pemprov DKI juga memberi perhatian serius terhadap pengelolaan limbah kurban agar tidak mencemari lingkungan. Pengawasan dilakukan di lokasi pemotongan untuk memastikan limbah darah dan organ hewan tidak dibuang sembarangan ke saluran air maupun sungai.
“Biasanya setelah penyembelihan dibuat lubang untuk menampung darah. Untuk limbah organ hewan umumnya dikubur di tempat pembuangan limbah. Pengawasan pasti ada,” jelasnya.
Peningkatan jumlah hewan kurban tahun ini sejalan dengan tren naiknya partisipasi lembaga pemerintah, BUMD, hingga organisasi masyarakat dalam penyaluran hewan kurban di Jakarta.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memastikan seluruh hewan kurban yang masuk ke wilayah ibu kota telah melalui pemeriksaan kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD).
Data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta menunjukkan kebutuhan hewan kurban di Jakarta setiap Iduladha mencapai puluhan ribu ekor sapi dan kambing yang didatangkan dari berbagai daerah penyangga seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Pemprov berharap peningkatan distribusi hewan kurban tahun ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjaga semangat gotong royong dan solidaritas sosial selama Iduladha.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar