Periskop.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menyambut tujuh emiten baru sepanjang 2026, ditandai dengan melantainya PT Rans Entertaimen Indonesia Tbk (RANS) pada Jumat (10/7). Lima perusahaan lain masih antre masuk pasar perdana dengan total target himpunan dana sebesar Rp2,47 triliun.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin memaparkan, data per 9 Juli 2026 menunjukkan kelima calon emiten itu masih menunggu giliran pencatatan saham. Dari sisi komposisi, emiten yang telah melantai didominasi perusahaan berkategori besar, dengan sektor kesehatan sebagai yang paling menonjol, disusul konsumer siklikal, konsumer non-siklikal, dan bahan baku.
"Di pipeline sudah tidak ada lagi. IPO itu memang ramai di Juni karena memang biasanya memakai buku Desember. Mungkin akan ramai lagi akhir tahun karena menggunakan buku Juni," jelas Direktur Trimegah Sekuritas David Agus di Gedung BEI, Jumat (10/7).
Saidu menilai minat korporasi terhadap pasar modal masih terjaga. Meski jumlah IPO tahun ini lebih sedikit dibanding beberapa tahun sebelumnya, ia menegaskan BEI tidak semata-mata mengukur keberhasilan dari besaran transaksi atau volume dana yang terkumpul.
"Ini menandakan instrumen ekuitas tetap diminati oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan," ujarnya, Kamis (9/7).
Soal kualitas versus kuantitas, Saidu menguraikan pendekatan BEI yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, seleksi emiten kini lebih mempertimbangkan soliditas fundamental perusahaan yang hendak masuk bursa.
"Kami tidak melihat keberhasilan pasar perdana hanya dari jumlah transaksi atau nilai dana yang dihimpun, melainkan lebih kepada kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal," tegasnya.
Realisasi IPO 2026 masih jauh dari target 50 perusahaan yang telah ditetapkan BEI. Saidu menyebut pihaknya tengah mengkaji kemungkinan merevisi angka tersebut, meski keputusan finalnya belum diambil. Ia tetap optimistis target bisa tercapai jika kondisi pasar modal dalam negeri dan situasi geopolitik global segera membaik.
"Masalah nanti tercapai atau enggak kan akhir tahun, atau kami lagi diskusikan apakah kita akan revisi atau enggak dan belum ada keputusan," tuturnya.
Di sisi penjamin emisi, Trimegah Sekuritas baru memboyong dua perusahaan ke BEI sepanjang 2026, yakni RANS dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX). David mengakui saat ini belum ada perusahaan lain yang sedang berproses bersama Trimegah, meski ia berharap bisa menambah satu emiten lagi sebelum tutup tahun sehingga total menjadi tiga.
PT Sucor Sekuritas membawa dua emiten dalam parade IPO kali ini, yakni PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL). CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyebutkan keduanya mengalami kelebihan permintaan alias oversubscribed berkat fundamental yang solid.
Sebelum RANS dan dua emiten Sucor, BEI juga telah menyambut PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) di awal semester dua ini. Rangkaian listing ini menjadikan total emiten baru BEI sepanjang 2026 resmi mencapai tujuh perusahaan.
"Untuk sisa paruh kedua ini, kami ada dua perusahaan di pipeline terutama di sektor teknologi dan juga sektor media dengan market cap minimal di angka Rp200 miliar hingga Rp1 triliun," pungkas Bernadus.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar