Periskop.id - PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi mencatatkan saham perdananya di bursa sambil membawa strategi transformasi besar untuk melepas ketergantungan pada figur pendirinya, Raffi Ahmad. Model bisnis berbasis kekayaan intelektual yang terinspirasi Walt Disney menjadi andalan perseroan dalam memitigasi risiko tersebut, termasuk ancaman cancel culture di media sosial.
Raffi menganalogikan dirinya sebagai Walt Disney, sementara RANS diposisikan layaknya "Disneyland". Di dalamnya, berbagai aset intellectual property (IP) komersial seperti karakter Rafathar, Rayyanza, lini produk FMCG, hingga wahana bermain Cipungland berperan sebagai "Mickey Mouse" dalam ekosistem bisnis perseroan.
"Saya ingin membuktikan bahwa nama besar itu bisa berubah menjadi legacy yang kalau dikelola secara profesional akan menjadi baik. Jadi, kalau sudah tidak ada saya, RANS tetap hidup," ujar Raffi dalam acara pencatatan saham perdana di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7).
Strategi ini bukan sekadar wacana. Data internal RANS menunjukkan kontribusi pendapatan yang bersumber langsung dari peran Raffi sebagai brand ambassador berhasil ditekan, dari 24% pada 2023 menjadi tinggal 14% pada 2025.
Porsi pendapatan perseroan kini ditopang oleh produk berbasis IP, penyelenggaraan acara, serta pemanfaatan aset data digital. Manajemen RANS menyebutkan proses transformasi ini telah dipersiapkan sejak 2021, dengan fokus mematangkan model bisnis dan tata kelola perusahaan.
Momentum IPO dinilai tepat seiring pesatnya pertumbuhan industri kreatif dan pergeseran tren pasar generasi muda yang kini lebih memprioritaskan bisnis berbasis pengalaman. Melalui aksi korporasi ini, RANS melepas 2.525.000.000 saham baru, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dari listing tersebut, perseroan berhasil menghimpun dana segar Rp429,25 miliar dari publik. Porsi terbesar, yakni 37,61% atau sekitar Rp161,5 miliar, dialokasikan untuk penyelenggaraan konser.
Alokasi berikutnya sebesar 19,80% atau Rp85 miliar disiapkan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, diikuti 18,64% atau Rp80 miliar untuk pengembangan Cipungland. RANS juga menyisihkan 8,15% atau Rp35 miliar sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Sisanya digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi senilai Rp29,95 miliar serta penguatan modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera sebesar Rp37,8 miliar.
Raffi menegaskan, status perusahaan terbuka membawa konsekuensi yang ia sambut sebagai pilihan sadar untuk bertumbuh dengan standar lebih ketat dan akuntabel kepada para pemegang saham.
"Menjadi perusahaan terbuka berarti kami memilih tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, transparan, dan bertanggung jawab kepada pemegang saham," pungkas Raffi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar