Periskop.id - TVRI menyiapkan sejumlah infrastruktur dan fasilitas pendukung, guna menyukseskan penyiaran Piala Dunia 2026. Termasuk dibukanya media center dan penyesuaian sistem kerja operasional.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur utama TVRI Rika Damayanti dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (25/3) mengatakan, pihaknya telah membuka Media Center sebagai pusat aktivitas pekerja media selama berlangsungnya Piala Dunia.
“Media Center ini kami siapkan sebagai tempat bekerja bagi rekan-rekan media selama periode penyelenggaraan Piala Dunia, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026,” ujar Rika.
Ia menjelaskan, akses ke fasilitas tersebut akan melalui mekanisme registrasi dan undangan resmi, kepada masing-masing perusahaan media. Di dalam media center, lanjutnya, TVRI menyediakan berbagai sarana pendukung seperti layar pemantauan pertandingan, serta rencana penyediaan perangkat komputer guna menunjang produksi konten jurnalistik.
Selain itu, TVRI juga menyiapkan ruang redaksi khusus Piala Dunia, serta ruang istirahat bagi awak media dan tim produksi. Rika menuturkan, penyediaan ruang istirahat menjadi penting, mengingat perbedaan waktu penyelenggaraan pertandingan yang berlangsung di luar jam normal.
“Jam siaran nanti dimulai dari pukul 23.00 hingga 11.00 WIB. Ini tentu membutuhkan kesiapan operasional, termasuk fasilitas untuk beristirahat,” tuturnya.
Lebih lanjut, TVRI juga melakukan penataan ulang fasilitas internal dengan mendedikasikan lantai dua gedung eks Stasiun Jakarta sebagai pusat kegiatan Piala Dunia 2026.
Sejumlah unit kerja yang sebelumnya menempati area tersebut, telah dipindahkan untuk mendukung optimalisasi ruang bagi kebutuhan siaran dan produksi konten. Menurut Rika, seluruh fasilitas tersebut tidak hanya digunakan selama Piala Dunia, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional TVRI dan kerja sama dengan mitra, setelah ajang berakhir.
“Setelah Piala Dunia, fasilitas ini akan tetap digunakan untuk mendukung kegiatan TVRI ke depan, termasuk kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Dengan penyiapan infrastruktur tersebut, TVRI berharap dapat memberikan dukungan optimal bagi peliputan media, serta menghadirkan penyiaran Piala Dunia 2026 yang lebih profesional dan terintegrasi.
Pertandingan Pemanasan
Seperti diketahui, TVRI merupakan pemegang hak siar Piala Dunia 2026 untuk Indonesia. TVRI akan menayangkan seluruh pertandingan secara nasional. Sebelum putaran final, TVRI akan menyiarkan tiga pertandingan persahabatan tim-tim papan atas dunia, sebagai bagian dari pemanasan menjelang Piala Dunia 2026.
“Friendly Match adalah rangkaian pertandingan persahabatan menjelang laga Piala Dunia FIFA 2026. Kami sudah menyiapkan tiga pertandingan yang akan mulai dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada tanggal 27 Maret 2026,” ucap Rika.
Pertandingan yang pertama akan mulai tayang itu di tanggal 27 Maret 2026 antara Brasil melawan Prancis. Pertadingan tersebut akan tayang di pukul 02.30 dini hari.
“Kemudian di tanggal 1 April juga akan siarannya di dini hari, yaitu pada pukul 01.00 Waktu Indonesia Barat, yaitu antara Skotlandia dan Pantai Gading. Dan kemudian yang ketiga, itu akan live di pukul 06.00 WIB, Brasil melawan Kroasia,” lanjutnya.
Menurut Rika, penayangan pertandingan tersebut diharapkan mampu membangun antusiasme publik sebelum bergulirnya turnamen utama. “Ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi momentum untuk memunculkan semangat baru menjelang Piala Dunia,” serunya.
Selain menghadirkan pertandingan, TVRI juga memperkenalkan tagline “Bola Gembira” sebagai bagian dari strategi komunikasi penyiaran Piala Dunia 2026.
Rika menjelaskan, tagline tersebut mencerminkan komitmen TVRI untuk menghadirkan tayangan yang tidak hanya informatif, tetapi juga membawa kebahagiaan dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Kami ingin menjadikan setiap tayangan sebagai sumber kebahagiaan, kebersamaan, dan semangat positif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sepak bola sebagai olahraga populer dinilai memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. “Melalui siaran Piala Dunia, kami berharap semangat Bhinneka Tunggal Ika dapat semakin terasa,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, TVRI juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengakses siaran ilegal selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak mengakses siaran ilegal dan bersama-sama mendukung penyiaran yang sah, berkualitas, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar