periskop.id - Penantian panjang selama 22 tahun akhirnya resmi berakhir setelah Arsenal dipastikan keluar sebagai juara Premier League atau Liga Inggris musim 2025/2026.
Kepastian gelar juara ini datang setelah pesaing terdekat mereka, Manchester City, ditahan imbang 1-1 oleh Bournemouth pada laga krusial pekan ke-37 di Stadion Vitality.
Hasil tersebut membuat perolehan poin skuad asuhan Mikel Arteta di puncak klasemen tidak mungkin lagi terkejar, sekaligus memicu pesta pora pendukung Arsenal di seluruh penjuru dunia tanpa harus menunggu laga pamungkas.
Sebelum dipastikan juara, Arsenal terlebih dahulu melakukan tugasnya dengan sempurna pada laga pekan ke-37 di Stadion Emirates.
Menjamu Burnley, armada London Utara sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan rapat tim tamu sepanjang awal laga.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-37 saat Bukayo Saka mengeksekusi sepak pojok dengan akurasi tinggi yang langsung disambut oleh sundulan tanpa kawalan dari Kai Havertz.
Gol tunggal penyerang asal Jerman tersebut bertahan hingga peluit panjang berbunyi, memberikan tambahan tiga poin krusial dalam upaya mengunci takhta juara.
Di laga pamungkas nanti, Arsenal bakal bertandang ke markas Crystal Palace pada 24 Mei mendatang. Apa pun hasil dari laga ini, The Gunners tetap akan berpesta merayakan gelar juara.
Keberhasilan Arsenal musim ini menjadi buah dari kematangan taktik yang luar biasa setelah dalam beberapa musim sebelumnya selalu kandas di momen-momen akhir.
The Gunners tampil jauh lebih tenang, klinis, dan konsisten sepanjang musim berkat dominasi lini tengah yang dipimpin oleh Declan Rice sebagai motor serangan sekaligus filter pertama permainan lawan.
Kunci utama lainnya terletak pada sektor pertahanan yang kokoh, di mana Arsenal mencatatkan rekor impresif dengan tidak kebobolan dalam empat pertandingan liga terakhir mereka yang sekaligus menegaskan kedisiplinan tingkat tinggi skuad Arteta.
Gelar juara Premier League ini juga berpotensi menjadi babak pertama dari kejayaan total Arsenal di musim 2025/2026 karena langkah raksasa Inggris ini masih berlanjut ke panggung tertinggi Eropa.
Pada 30 Mei mendatang, Arsenal dijadwalkan akan menantang Paris Saint-Germain dalam babak Final Liga Champions yang akan digelar di Puskas Arena, Budapest.
Jika mampu menumbangkan raksasa Prancis tersebut, Mikel Arteta dan anak asuhnya tidak hanya sekadar mengakhiri puasa gelar liga sejak era The Invincibles tahun 2004, melainkan juga mengukir sejarah baru, dengan meraih trofi Liga Champions pertama bagi klub sekaligus mengawinkan dua gelar bergengsi dalam semusim.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar