Periskop.id - Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna. Sang juara bertahan mengalahkan Yordania 3-1 pada laga terakhir Grup J di Dallas Stadium, Amerika Serikat.
Kemenangan ini membuat Argentina mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan. Tim asuhan Lionel Scaloni sudah lebih dulu memastikan status juara grup sebelum laga melawan Yordania dimulai, tetapi tetap mampu menunjukkan kedalaman skuad dan kualitas individu yang sulit dibendung.
Lionel Messi menjadi sorotan utama. Ia tidak turun sebagai starter karena Scaloni melakukan rotasi besar-besaran. Namun, setelah masuk pada babak kedua, pemain Inter Miami itu langsung mengubah atmosfer pertandingan dan mencetak gol ketiga Argentina lewat tendangan bebas pada menit ke-80.
Gol tersebut bukan sekadar pelengkap kemenangan. Messi kini menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Catatan itu melampaui rekor enam laga beruntun yang sebelumnya pernah dibuat Just Fontaine dan Jairzinho.
Scaloni Rotasi Besar, Argentina Tetap Dominan
Dengan status juara grup sudah aman, Lionel Scaloni memilih mengistirahatkan banyak pemain utama. Ia melakukan sembilan perubahan dari susunan pemain yang sebelumnya mengalahkan Austria 2-0.
Keputusan itu membuat Messi memulai pertandingan dari bangku cadangan. Namun, Argentina tetap tampil dominan sejak awal. Giovani Lo Celso menjadi salah satu pemain paling menonjol di babak pertama.
Argentina membuka keunggulan pada menit ke-19. Lo Celso mengeksekusi tendangan bebas dengan kaki kiri dari luar kotak penalti. Bola melengkung melewati pagar pemain Yordania dan masuk ke sudut gawang, membuat Argentina unggul 1-0.
Gol itu memperlihatkan bahwa Argentina tidak hanya bergantung pada Messi untuk menciptakan momen dari bola mati. Lo Celso, yang tidak tampil di Piala Dunia 2022 karena cedera, memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kualitasnya.
Argentina kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-31. Wasit menunjuk titik penalti setelah Leandro Paredes terkena kaki Nizar Alrashdan dalam situasi perebutan bola di kotak terlarang. Lautaro Martinez maju sebagai eksekutor dan menuntaskan peluang dengan tenang.
Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama selesai.
Yordania Beri Perlawanan
Yordania memasuki pertandingan tanpa peluang lolos ke fase gugur. Namun, mereka tidak tampil sekadar formalitas. Tim debutan Piala Dunia itu tetap bermain dengan semangat dan beberapa kali berusaha keluar dari tekanan Argentina.
Perlawanan Yordania berbuah hasil pada menit ke-55. Ehsan Haddad mengirim umpan silang rendah dari sisi kanan. Mousa Altamari yang masuk sebagai pemain pengganti menyambut bola dengan penyelesaian rapi dan menaklukkan Emiliano Martinez.
Gol tersebut membuat Yordania memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2. Ini juga menjadi gol pertama yang bersarang ke gawang Argentina sepanjang Piala Dunia 2026.
Momen itu sempat memberi energi baru bagi Yordania. Mereka mulai lebih percaya diri dalam menekan, sementara Argentina membutuhkan figur yang bisa mengembalikan kendali permainan.
Figur itu datang pada menit ke-60, ketika Messi dimasukkan ke lapangan.
Messi Masuk, Laga Langsung Berubah
Begitu Messi masuk, sorakan besar terdengar dari tribun. Meski Argentina sudah unggul, kehadirannya tetap menjadi magnet utama pertandingan.
Messi tidak membutuhkan waktu lama untuk meninggalkan jejak. Pada menit ke-80, ia dijatuhkan sekitar 25 meter dari gawang. Pemain berusia 39 tahun itu mengambil sendiri tendangan bebas tersebut.
Dengan teknik khasnya, Messi mengirim bola rendah melengkung melewati pagar hidup. Kiper Yordania Yazeed Abulaila salah membaca arah bola, dan si kulit bundar masuk ke gawang.
Argentina unggul 3-1. Messi kembali mencatat sejarah.
Gol itu menjadi gol keenam Messi di Piala Dunia 2026 dan gol ke-19 sepanjang kariernya di Piala Dunia. Ia semakin memperlebar rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di turnamen tersebut.
Messi juga memimpin persaingan Sepatu Emas adidas dengan selisih dua gol dari sejumlah nama besar, termasuk Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Vinicius Junior, dan Erling Haaland.
Rekor Tujuh Laga Beruntun
Gol ke gawang Yordania membuat Messi mencetak gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia secara beruntun. Rangkaian itu dimulai dari Piala Dunia 2022 di Qatar, ketika ia mencetak gol melawan Australia, Belanda, Kroasia, dan dua gol di final melawan Prancis.
Di Piala Dunia 2026, Messi melanjutkan tren itu dengan hattrick melawan Aljazair, dua gol melawan Austria, lalu satu gol ke gawang Yordania.
Dengan catatan tersebut, Messi melewati rekor Just Fontaine yang mencetak gol dalam enam laga beruntun untuk Prancis pada 1958 dan Jairzinho yang melakukan hal serupa bersama Brasil pada 1970.
Rekor ini menambah daftar panjang pencapaian Messi di Piala Dunia. Ia tidak hanya membawa Argentina menjadi juara pada 2022, tetapi juga terus menjadi pembeda di usia yang tidak lagi muda.
Scaloni Puas dengan Kedalaman Skuad
Kemenangan atas Yordania memberi Lionel Scaloni banyak hal positif. Argentina menang tanpa harus memainkan seluruh pemain utama sejak awal. Pemain seperti Lo Celso dan Lautaro Martinez juga mendapat momentum penting.
Scaloni menyebut dirinya senang karena bisa memberi menit bermain kepada banyak pemain dan melihat mereka berkontribusi.
“Para pemain tampil baik. Kami bisa memberi menit bermain kepada semua orang dan itu membuat kami senang,” kata Scaloni.
Ia juga menilai gol Lo Celso dan Lautaro Martinez punya arti penting bagi kepercayaan diri tim.
“Lo Celso tidak bisa tampil di Piala Dunia sebelumnya, Lautaro belum bisa mencetak gol. Kami senang untuk mereka. Sekarang bagian terbaiknya akan datang,” ujar Scaloni.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Argentina kini mulai mengalihkan fokus ke fase gugur. Fase grup sudah selesai dengan sempurna, tetapi tantangan sebenarnya baru dimulai.
Yordania Pulang dengan Kepala Tegak
Bagi Yordania, kekalahan dari Argentina menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Meski tersingkir tanpa lolos ke fase gugur, mereka tetap membawa pengalaman berharga dari debut di panggung dunia.
Mousa Altamari, pencetak gol Yordania ke gawang Argentina, menilai turnamen ini memberi pelajaran penting bagi timnya. “Ini adalah penampilan pertama kami di Piala Dunia, dan ini menjadi pengalaman yang baik bagi para pemain,” kata Altamari.
Ia juga berharap Yordania bisa kembali tampil di turnamen berikutnya dengan hasil lebih baik.
“Kami mendapat pengalaman berharga, dan semoga ini bukan yang terakhir. Masa depan akan lebih baik,” ujarnya.
Meski kalah, Yordania menunjukkan semangat kompetitif. Mereka mampu mencetak gol ke gawang Argentina dan tidak menyerah meski sudah dipastikan tersingkir sebelum laga berlangsung.
Argentina Hadapi Tanjung Verde
Sebagai juara Grup J, Argentina akan menghadapi Tanjung Verde pada babak 32 besar. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Miami pada Jumat waktu setempat.
Di atas kertas, Argentina jelas lebih diunggulkan. Namun, Tanjung Verde bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim debutan itu menjadi salah satu kejutan besar Piala Dunia 2026 setelah lolos dari Grup H sebagai runner-up, mengungguli Uruguay dan Arab Saudi.
Tanjung Verde juga belum terkalahkan sepanjang fase grup. Mereka menahan Spanyol 0-0, bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, lalu menahan Arab Saudi 0-0.
Karena itu, Argentina tetap perlu berhati-hati. Tanjung Verde terbukti mampu bertahan rapat dan membuat tim besar frustrasi.
Argentina Kirim Sinyal Kuat
Kemenangan atas Yordania mempertegas status Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026. Mereka menyapu bersih fase grup, mencetak banyak gol, dan tetap solid meski melakukan rotasi besar.
Messi masih menjadi pusat gravitasi permainan. Namun, kemenangan ini juga memperlihatkan Argentina memiliki banyak sumber ancaman. Lo Celso bisa mencetak gol dari bola mati, Lautaro Martinez kembali menemukan sentuhan, dan pemain pelapis mampu menjaga standar permainan.
Fase gugur akan menghadirkan tekanan berbeda. Namun, jika melihat cara Argentina melewati fase grup, Albiceleste tampak siap mempertahankan gelar.
Untuk saat ini, satu hal kembali terlihat jelas: selama Messi masih berada di lapangan, Argentina selalu punya jalan untuk menciptakan momen ajaib.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar