periskop.id - Google kini mulai menandai aplikasi di Play Store yang dianggap boros baterai dengan label peringatan khusus. Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 1 Maret 2026 dan digulirkan secara bertahap ke berbagai perangkat.
Melansir Antara, Jumat (6/3), label tersebut muncul untuk memberi tahu pengguna bahwa sebuah aplikasi berpotensi mengonsumsi daya lebih besar meski tidak sedang digunakan.
Peringatan yang ditampilkan berbunyi: “Aplikasi ini mungkin menggunakan lebih banyak baterai dari yang diharapkan karena aktivitas latar belakang yang tinggi.”
Menurut Google, peluncuran label ini tidak langsung serentak di semua perangkat. Prosesnya dilakukan bertahap dalam beberapa minggu ke depan, sehingga pengguna mungkin baru melihat tanda tersebut pada aplikasi tertentu. Selain itu, aplikasi yang dinilai boros baterai juga bisa dibatasi tampilannya dalam rekomendasi Play Store.
Penilaian Google terkait konsumsi baterai berhubungan dengan mekanisme partial wake lock di Android. Fitur ini memungkinkan aplikasi menjaga prosesor tetap aktif meski layar ponsel mati.
Dalam kondisi tertentu, mekanisme ini memang penting, misalnya untuk pemutaran musik atau layanan lokasi. Namun, Google menilai banyak aplikasi menyalahgunakannya untuk aktivitas yang tidak relevan, sehingga mempercepat habisnya daya baterai.
Langkah ini sejalan dengan tren global. Studi dari Journal of Mobile Computing (2024) menunjukkan bahwa aplikasi dengan aktivitas latar belakang berlebihan dapat mengurangi masa pakai baterai hingga 25% lebih cepat dibanding aplikasi yang dioptimalkan.
Bahkan, riset dari perusahaan analitik App Annie mencatat bahwa aplikasi media sosial dan gim online adalah kategori yang paling sering memanfaatkan wake lock secara intensif.
Google juga menyediakan dokumentasi teknis bagi pengembang agar mereka memahami aturan penggunaan fitur ini. Dengan begitu, aplikasi bisa tetap berjalan efisien tanpa mengorbankan daya baterai pengguna.
Bagi pengguna, kehadiran label ini menjadi panduan praktis.
Disarankan untuk lebih berhati-hati menginstal aplikasi yang ditandai, atau menunggu pembaruan dari pengembang yang memperbaiki konsumsi daya. Langkah sederhana seperti memeriksa izin aplikasi, menonaktifkan sinkronisasi otomatis, dan rutin memperbarui perangkat lunak juga dapat membantu menjaga ketahanan baterai.
Tinggalkan Komentar
Komentar