periskop.id - Program Magang Nasional yang digagas Kementerian Ketenagakerjaan kini menjadi salah satu jalur strategis bagi lulusan baru untuk menembus dunia kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, magang bukan sekadar pengalaman, tetapi juga peluang nyata untuk direkrut menjadi karyawan tetap.

“Peserta magang yang memiliki kompetensi dan kinerja baik berpeluang besar untuk dilirik oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang,” ujar Yassierli dikutip dari Antara, Jumat (6/3). 

Ia menambahkan, banyak perusahaan akhirnya merekrut peserta magang karena sudah mengenal kemampuan mereka selama enam bulan.

Menurutnya, proses rekrutmen baru sering kali mahal dan berisiko. 

“Kalau sudah ada kandidat yang terbukti mampu, tekun, dan sesuai kebutuhan, perusahaan tentu lebih memilih mereka dibanding mencari orang baru yang belum tentu cocok,” katanya.

Program ini, lanjut Yassierli, memberikan keuntungan ganda. Peserta memperoleh pengalaman kerja nyata, sertifikat, uang saku, serta jejaring profesional. Sementara perusahaan diuntungkan karena biaya uang saku ditanggung pemerintah, sekaligus mendapat akses ke calon tenaga kerja yang sudah teruji.

Harapan Menaker jelas, semakin banyak lulusan perguruan tinggi bisa merasakan atmosfer industri sebelum benar-benar masuk dunia kerja. 

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Tunjukkan bahwa Anda mampu, tekun, dan berdedikasi. Pastikan setelah enam bulan magang, Anda benar-benar siap memasuki dunia kerja,” pesannya.

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, tingkat penyerapan tenaga kerja melalui program magang meningkat setiap tahun. 

Survei BPS 2024 mencatat, lebih dari 40% peserta magang akhirnya direkrut menjadi karyawan tetap. Angka ini menunjukkan efektivitas magang sebagai jembatan antara pendidikan dan dunia kerja.