Periskop.id – Dr. drg. Deviyanti Pratiwi, seorang doktor dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI), mengembangkan inovasi penggunaan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai terapi tambahan bagi pasien penyakit periodontal atau gusi.

“Penyakit periodontal merupakan peradangan pada jaringan penyangga gigi akibat penumpukan bakteri di rongga mulut. Jika tidak ditangani dengan baik, peradangan ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan penyangga hingga kehilangan gigi,” ujar Deviyanti, Kamis (4/6).

Advertisement

Dalam penelitiannya, minyak nilam diolah menjadi partikel berukuran sangat kecil agar dapat bekerja lebih efektif pada area yang mengalami peradangan. Formula ini terbukti menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit gusidan menunjukkan hasil yang menjanjikan untuk pengembangan terapi tambahan dalam perawatan gigi.

Kekayaan Hayati
Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan opsi baru bagi penanganan penyakit periodontal, tetapi juga menegaskan potensi kekayaan hayati Indonesia sebagai sumber bahan kesehatan bernilai tambah.

Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir, menekankan bahwa penelitian ini mencerminkan kontribusi universitas dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Inovasi berbasis bahan alam seperti ini diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan terapi tambahan di bidang kedokteran gigi,” kata Lisa. 

Dengan pemanfaatan bahan alami seperti minyak nilam, terapi penyakit gusi diharapkan lebih aman, efektif, dan terjangkau. Hal ini sekaligus membuka jalan bagi riset kesehatan gigi berbasis lokal yang dapat bersaing secara global.